Banyumas Raya

JAKARTA, – Pebalap gaek Valentino Rossi memberikan masukan kepada Yamaha, bagi mempertimbangkan menanggalkan mesin inline4 dan menggantinya dengan konfigurasi V4, agar dapat berkompetisi ketat dengan Ducati dan Honda.
Memang Yamaha sedang dalam keadaan terburuknya, di mana tanpa kemenangan sejak balapan GP Belanda tahun 2017 dulu di kelas penting MotoGP. Rossi juga telah berulang kali mengeluhkan soal performa Yamaha yg tidak kunjung membaik.
Soal mesin, cuma Yamaha dan Suzuki ketika ini yg masih memakai tata mesin inline4 di MotoGP. Sementara Honda dan Ducati, bersama dengan Aprilia dan KTM , memakai konfigurasi V4.
Rossi mengiyakan saat disodorkan pernyataan apakah Yamaha harus mempertimbangkan mengganti mesin inline4 digunakannya sejak 2002, demi mendapatkan kembali performanya bagi bersaing dengan para pesaingnya.
“Iya, mungkin juga mesinnya bermasalah. Itu mungkin. Kami harus menyampaikan bahwa Ducati dan Honda belajar dari Yamaha,” ujar Rossi dari Motorsport.com, Jumat (14/9/2018).
“Sepertinya di tahun-tahun terakhir Ducati dan Honda membuat mereka lebih seperti Yamaha. Mereka milik konfigurasi mesin V, sementara kita milik inline4, itu dapat jadi alasan,” kata Rossi.
Baca juga: Rahasia di Balik Dua Mesin MotoGP Inline4 dan V4
Dua mesin di MotoGP.Beda Mesin Inline4 dan V4
Kedua mesin tersebut sesungguhnya milik perbedaan karakter, di mana telah pernah dibahas dua waktu lalu.
Pada mesin Inline4 sendiri, memiliki ukuran yg lebih lebar dan lebih pendek, di mana posisinya dibatasi oleh kaki pengendara. Jenis ini juga memiliki posisi air-box (untuk mengumpulkan udara dari luar) dan knalpot yg sederhana.
Sementara bagi V4 ukurannya lebih ramping (narrower), cukup panjang, dan posisinya terbatas oleh panjang sasis. Berbeda dengan Inline4, posisi air-box (untuk mengumpulkan udara dari luar) dan knalpot lebih rumit.
Terkait posisi mesin pada motor, mulai mempengaruhi Centre of Gravity atau titik gravitasi, sebagai pusat dari berat total. Selain itu juga, macam mesin menentukan performa dari sepeda motor sendiri.
Mengenai lebar mesin, mulai berimbas pada aerodinamika atau pergerakan udara. Kemudian posisi dan berat juga disebut berefek pada kelincahan (agility) dan kestabilan sepeda motor (stability).
(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = “//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.3”; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

