Banyumas Raya
Jakarta (ANTARA News) – Produsen- produsen mobil mewah yang berasal Jerman bersiap bersaing melawan Tesla di pasar kendaraan listrik dengan launching mobil nol emisi.
Mercedes-Benz Daimler, BMW dan Volkswagen Audi & Porsche sudah memperkenalkan kendaraan SUV listrik pertama mereka dan dijadwalkan mulai dirilis selama beberapa tahun ke depan.
“Akhirnya, telah mulai!” ucap Pakar industri otomotif Ferdinand Dudenhoeffer, dikutip dari AFP, Sabtu (22/9).
Mercedes-Benz mengeluarkan mobil listrik “EQC”, sedangkan Audi launching “E-Tron”. BMW juga sudah menghadirkan “iNext”, sementara Porsche memiliki coupe listrik bernama “Mission E”.
Asosiasi industri VDA menyampaikan secara total, produsen mobil yang berasal Jerman sudah berjanji berinvestasi hampir 46,7 miliar dolar AS buat kendaraan bertenaga baterai dalam tiga tahun mendatang.
Dengan pangsa pasar sekitar delapan persen di Jerman – dibandingkan dengan Tesla 0,1 persen – Audi berharap mobil listrik mulai mencapai sekitar sesuatu dari tiga penjualan pada tahun 2025.
Waktu semakin mendesak, karena penjualan kendaraan bermesin diesel yg telah lama tumbuh, sudah jatuh di hadapan rencana-rencana oleh banyak kota besar bagi menurunkan polusi udara.
Baca juga: Mercedes bersiap serang Tesla dengan SUV listrik
Baca juga: Audi perkenalkan mobil listrik konsep, PB18 e-tron
Baca juga: Porsche Mission E mulai hadir dalam dua tipe
Perjalanan Liar bagi Tesla
Masuknya tiga raksasa Jerman ke dalam perlombaan kendaraan listrik jauh lebih utama buat Tesla dibandingkan dengan “ikan” yg lebih kecil seperti produsen mobil yang berasal Inggris Jaguar, dengan “I-PACE” -nya telah dipasarkan.
Tesla sendiri ketika ini tengah menghadapi rintangan besar, berjuang bagi membendung kerugian yg sudah berlangsung selama bertahun-tahun, sambil coba meyakinkan investor dan pelanggan terhadap kesehatan mental CEO-nya, Elon Musk.
Dalam sebuah wawancara dengan New York Time pada Agustus lalu, Musk mengungkapkan dirinya sedang menderita stres dan kelelahan yg hebat . Pria 47 tahun itu juga kedapatan meminum wisky dan merokok marijuana.
Kemudian pada hari Selasa, Tesla menyatakan bahwa Departemen Kehakiman AS sedang melakukan penyelidikan atas tweet Musk yg mengumumkan rencana bagi menghapus sahamnya.
Juga di Twitter, pengusaha Afrika Selatan itu baru-baru ini menyampaikan bahwa Tesla sedang berada dalam situasi” neraka pengiriman logistik”.
Dudenhoeffer menyampaikan Tesla adalah pemimpin pasar dan memiliki kekuatan besar dalam inovasi, tapi enam hingga sembilan bulan mendatang mulai menjadi ujian yg menentukan bagi Musk.
“Jika dia tak berhasil menstabilkan (sedan) Model 3 dan membuat perusahaan menguntungkan, itu mulai menjadi sangat rumit baginya, termasuk yg berkaitan dengan investornya.” pungkasnya.
Baca juga: Bos Tesla bikin sensasi, isap ganja ketika diwawancara
Baca juga: Elon Musk sebut Tesla sekarang dalam ‘neraka pengiriman logistik’
Baca juga: AS selidiki soal rencana Musk jadikan Tesla perusahaan tertutup
Penerjemah: Fathur Rochman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © 2018
Sumber: http://www.antaranews.com
BanyumasRaya.com

