Banyumas Raya

JAKARTA, – Lalu lintas Jakarta disebut sebagai salah sesuatu yg paling padat di dunia. Tak pelak pada jam sibuk gampang terjadi gesekan, bahkan tak sedikit pula yg meluapkan emosi dengan mencaci-maki hingga berkelahi di jalan.
Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), mengatakan, entah itu pengemudi mobil maupun pengendara sepeda motor, bahwa ada hak dan kewajiban di setiap pengguna jalan dalam mewujudkan dahulu lintas yg humanis.
Baca juga: Harley-Davidson Gandeng Pabrikan Cina, Produksi Motor cc Kecil
“Kita tahu bahwa seluruh pengguna jalan ingin aman, nyaman, dan selamat. Sudah selayaknya menempatkan diri sesuai porsi masing-masing. Lalu lintas jalan yg beradab. Manusia milik akal sehat dan nurani. Sepatutnya kedua hal itu diterapkan termasuk ketika berlalu lintas jalan,” kata Edo kepada , belum lama ini.
Jalur arteri Karawang masih macet sebagai imbas pelaksanaan one way di jalur tol, Senin (10/6/2019).Edo mengatakan, dalam mewujudkan dulu lintas yg humanis, maka diperlukan sikap saling menghargai, berbagi ruas jalan, dan menaati aturan di jalan. Sebab menaati aturan yg ada yaitu salah sesuatu simbol manusia beradab.
“Kita tidak ingin merusak sisi kemanusiaan demi kepentingan pribadi. Apalagi merampas hak orang lain. Hak pejalan kaki berjalan di trotoar dan menyeberang di zebra cross. Begitu juga hak pesepeda motor dan pengendara mobil bagi melintas di jalan raya,” katanya.
Baca juga: Ubahan Honda Accord Terbaru
Edo mengatakan, sepatutnya tiap pengendara mempertebal rasa malu buat merampas hak orang lain. Sebab macet yaitu risiko berkendara di kota yg padat penduduk. Setiap pengendara milik kontribusi atas kemacetan yg terjadi.
“Tampaknya memang butuh mempertebal rasa sabar. Mari meredam emosi agar tidak menggelegak dengan cara berpikir posifif, memprioritaskan keselamatan, bertindak tenang, dan mendoakan hal-hal yg baik,” katanya.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

