Banyumas Raya
Jakarta (ANTARA News) – Sejumlah pedagang di Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat mengeluhkan kebijakan perluasan aturan ganjil genap yg diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pasalnya, perluasan aturan itu merambah ke jalan Benyamin Sueb, dimana jalan tersebut berada tak jauh dari lokasi Pasar Mobil Kemayoran.
Menurut salah seorang pedagang, Yanti, hal itu berdampak pada menurunnya jumlah pengunjung yg tiba ke pasar mobil tertua dan terbesar di Jakarta tersebut.
“Hari ini orangnya ada waktu untuk ke sini, tetapi terhalang aturan ganjil genap, kalau besok mungkin tak dapat karena telah milik keperluan lain. Jadi ujung-ujungnya orang jadi malas bagi tiba ke sini,” ujar Yanti ketika ditemui di tokonya, Jumat.
Yanti menyampaikan sebelum aturan itu berlaku, banyak orang bermobil tiba ke tokonya bagi membeli sekaligus memasang berbagai aksesoris mobil. Penghasilannya kala itu dapat sampai jutaan rupiah per hari.
Namun, setelah peraturan perluasan ganjil genap diberlakukan, jumlah pengunjung yg tiba ke kiosnya menurun drastis, bahkan dalam beberapa hari terakhir ini dirinya mengaku tak menjual sesuatu pun aksesoris mobil.
“Hari ini sama kemarin kosong. Kemarin-kemarin paling ada pemasukan sehari hanya Rp85.000. Itupun aku masih harus bayar bagi anak buah, sewa, kena pajak juga kan,” kata pemilik toko Yanti Prince’s itu.
Hal senada diungkapkan oleh Hindi, pemilik toko aksesoris dan suku cadang Cakra. Penjualan tokonya selalu menurun hingga mencapai 50 persen pasca aturan tersebut diterapkan. Tetapi dirinya enggan merinci lebih lanjut terkait penurunan penjualan yg dialami.
Baca juga: Polda: Peraturan ganjil-genap Jalan Benyamin Sueb berlaku 1-13 Oktober
Sejumlah toko tutup
Beberapa toko nampak masih menutup pintu rollingdoor-nya, padahal waktu telah memamerkan hampir pukul 11.00 WIB. Sebagian toko lainnya telah menjajakan dagangannya akan pukul 09.00 WIB.
Hindi menyampaikan akhir-akhir ini memang ada sejumlah toko yg memilih tutup. Empat di antaranya berada di samping dan seberang toko miliknya. Sepinya konsumen, kata dia, menjadi salah sesuatu faktor pemicu.
Beberapa toko di Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat 14/9/2018, nampak tutup (ANTARA News/Fathur Rochman)
Perempuan berkacamata itu juga mengatakan, sepinya konsumen di Pasar Mobil Kemayoran disebabkan semakin berkembangnya penjualan aksesoris dan suku cadang mobil secara daring.
Para pelaku bisnis yg berjualan dengan cara ini, dinilai lebih diuntungkan karena mereka kebanyakan berjualan dari rumah, tak perlu menyewa kios, dan tak banyak mempekerjakan karyawan. Hal itu membuat mereka mampu menjual aksesoris maupun suku cadang dengan harga yg lebih murah.
“Kami di sini juga jualan daring, tetapi harga kita kalah. Mereka tetap mulai menang kalau soal harga. Selisih Rp10.000 atau bahkan Rp5.000 saja konsumen pasti mulai pindah,” ucapnya.
Yanti dan Hindi berharap kebijakan perluasan aturan ganjil genap ini mampu dievaluasi secepatnya. Mereka meminta kepada Pemerintah buat memperhatikan nasib mereka, agar keadaan penurunan bisnis yg mereka — dan mungkin puluhan atau ratusan pedagang lainnya — alami mampu langsung membaik.
Baca juga: Kebijakan ganjil-genap meningkatkan mutu pelayanan kendaraan umum
Baca juga: Dishub DKI berharap kebijakan ganjil genap jadi permanen
Baca juga: Anies : pembatasan ganjil-genap dilanjutkan hingga Asian Paragames
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © 2018
Sumber: http://www.antaranews.com
BanyumasRaya.com

