Banyumas Raya

Tokyo – Raksasa otomotif Jepang, Nissan, dan mitra aliansinya yang berasal Prancis, Renault, mengumumkan pendirian pusat penelitian dan pengembangan teknologi (R&D) baru di Shanghai, China.
Pusat R&D itu, Alliance Automotive Research and Development (Shanghai), Ltd. nantinya mulai disebut sebagai Alliance Innovation Lab Shanghai (AIL-SH).
Nissan dan Renault masing-masing memegang 50 persen dari entitas baru tersebut yg mulai melakukan penelitian dan pengembangan yg berfokus pada penggerak otonom, kendaraan terhubung, dan kendaraan listrik.
Teknologi yg dipelopori oleh pusat inovasi mulai berpotensi diterapkan pada kendaraan Renault dan Nissan yg dijual di China dan juga di segala dunia.
“China bukan cuma yaitu pasar mobil terbesar di dunia, tapi juga menjadi ujung tombak teknologi baru yg mulai mengubah wajah mobilitas masa depan,” kata Takao Asami, Alliance SVP, Research and Advanced Engineering, seperti dikutip dari laman resmi Nissan.
Dia menambahkan, seandainya melihat dari sudut pandang strategis, maka sangat utama buat Renault dan Nissan buat memiliki pusat pengembangan di pasar yg sedang berkembang ketika ini.
“Pengetahuan dan keterampilan yg diperoleh di sini mulai dimanfaatkan bukan cuma di dalam China tapi juga secara global, juga mulai menolong buat berkontribusi pada sasaran jangka menengah 2022,” lanjut Asami.
Sementara itu, Direktur Aliansi Global yg bertanggung jawab bagi AIL-SH, Kenju Kobayashi mengatakan, Shanghai adalah pusat terkemuka di China buat inovasi seperti teknologi yg terkait dengan otomotif maupun berbagai industri lainnya.
“Dengan menyatukan bakat yg dimiliki masing-masing aliansi dan dengan berbagai keahlian yg ditemukan di Shanghai dan di segala China, dengan itu kita mulai bisa secara agresif mengejar inovasi terbuka yg mulai mampu melampaui batas-batas industri dan juga mulai dengan cepat dan gampang buat mengembangkan teknologi yg mendorong pertumbuhan bisnis anggota aliansi tersebut,” ujar Kobayashi.
Dalam rencana jangka menengah aliansi 2022, nantinya mulai terdapat 12 kendaraan listrik tanpa emisi baru yg mulai diluncurkan pada tahun itu, serta sedikitnya 40 kendaraan otonom mulai diperkenalkan.
Rencana tersebut juga mencakup komitmen buat mengoperasikan layanan mobilitas berbasis kendaraan robot.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

