Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya
JAKARTA, – Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) yg peduli terhadap pengendalian pencemaran udara di DKI Jakarta menyinggung kendaraan umum dan dinas operasional pemerintah yg masih memakai bahan bakar berkualitas rendah. Padahal, telah ada aturannya bahwa kendaraan umum dan kendaraan dinas operasional pemerintah wajib memakai bahan bakar ramah lingkungan.
Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB, menyebutkan bahwa ketika ini masih banyak kendaraan umum dan ASN yg memakai Solar 48. Pria yg akrab disebut Puput tersebut juga menyampaikan bahwa seluruh bus di DKI Jakarta masih pakai Solar 48.
Baca juga: Polisi Harus Gelar Razia Emisi bagi Menekan Polusi
“Tempo hari waktu kalian sarankan pakai BBG (Bahan Bakar Gas), kan harganya murah cuma Rp 3.100 per liter. Mereka nggak mau, mereka kembali lagi ke Solar,” ujar Puput, ketika diskusi bertema “Pengendalian Pencemaran Udara Terganjal Kualitas BBM” di sekretariat KPBB, Sarinah, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Padahal, di Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2014 tentang Transportasi pasal 53 ayat 1, disebutkan bahwa setiap Kendaraan Bermotor Umum dan Kendaraan Dinas Operasional Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah wajib memakai bahan bakar ramah lingkungan.
Selanjutnya, ayat 2 juga menjelaskan, bahan bakar ramah lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bisa berupa bahan bakar gas, listrik, hybrid, biofuel atau bahan bakar minyak berstandar paling sedikit euro-3.
Baca juga: Sudah 15 Tahun, Perpanjang STNK Harus Uji Emisi Masih Wacana
“Di Perda itu, yg dikatakan bahan bakar ramah lingkungan adalah bahan bakar yg setara dengan standar Euro 3 merupakan Pertadex. Tapi Pertadex kan harganya Rp 11.700, dibanding Solar 48 yg harganya Rp 5.100, mereka keberatan,” kata Puput.
Puput menambahkan, harusnya kalau keberatan, sebaiknya beralih ke BBG. Alasan, dua operator angkutan umum, katanya jarak tempuh atau tingkat keekonomian BBG itu lebih rendah dari Solar.
“Itu betul, tetapi kalau dihitung unit cost per kilometernyam tetap saja memakai BBG lebih murah,” ujar Puput.
Puput menjelaskan, sesuatu liter Solar itu katanya dapat menempuh 2,3 km. Kalau BBG cuma 1,7 km. Tapi secara harga terpaut jauh. Sekarang tinggal dikalikan saja. Harga BBG per kilometernya masih jauh lebih murah dibanding pakai Solar 48.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
Semarang — Jawa Tengah bersiap menghadirkan lompatan besar di sektor ketahanan pangan nasional melalui pembangunan mega farm sapi perah terbesar di Indonesia. Proyek...
Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan bantuan dana dari International Monetary Fund (IMF) di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Semarang — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga April 2026, tercatat 5.503 gedung koperasi telah...
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan penjelasan terkait penahanan Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa yang dilakukan...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...
GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...
TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...
Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...
Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...
Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...
JAKARTA – Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, resmi mengoperasikan pabrik kendaraan...
Benar bahwa saat ini pemerintah tengah mendorong ketahanan energi diantaranya dengan memanfaatkansumber...
PT BYD Motor Indonesia memastikan pembangunan pabrik kendaraan listrik di kawasan industri...
Banyumas Raya Jakarta - Sepanjang 2019 lalu, Suzuki Indomobil Sales (SIS) mencatatkan...