Banyumas Raya

California – Keluarga insinyur Apple, korban kecelakaan dengan mobil Tesla di California, AS, yg tewas pada tahun lalu, mengajukan gugatan hukum kepada perusahaan mobil listrik itu. Melalui pengacaranya, mereka menuding bahwa teknologi autopilot Tesla ‘cacat’.
Mengutip AFP, gugatan yg diajukan pada 26 April dulu di Pengadilan Tinggi California itu menegaskan bahwa kematian Walter Huang pada Maret 2018 diakibatkan teknologi autopilot Tesla.
Huang yaitu insinyur Apple, yg mengendarai Tesla Model X di Highway 101 Mountain View, California, pada 23 Maret 2018.
Pria 38 tahun itu meninggal setelah mobilnya bertabrakan dengan beberapa mobil yang lain usai menabrak dinding beton.
Sebelum kecelakaan terjadi, sistem autopilot diaktifkan selama 32 menit, menurut Dewan Keselamatan Transportasi Nasional dalam laporannya pada Juni 2018.
“Gugatan itu menuduh fitur autopilot Tesla cacat dan menyebabkan kematian Huang,” kata sebuah pernyataan dari pengacara yg mewakili keluarga Huang.
“Sistem navigasi Tesla punya Huang salah membaca garis jalur di jalan, gagal mendeteksi median beton dan gagal memperlambat mobil, malah mempercepat mobil ke dinding beton,” ucapnya.
Tesla yg tak berkomentar atas gugatan itu, sebelumnya pernah membela diri dengan menyebutkan bahwa tangan Huang tak menyentuh lingkar kemudi buat mengambil alih kendaraan sesaat sebelum kecelakaan terjadi.
Mobil dengan kemampuan autopilot, tetap membutuhkan pengawasan pengemudi dan harus bersiap mengambil alih kemudi di ketika darurat.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

