Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Tokyo – Honda Motor Co Ltd mengumumkan rangkaian aktivitas balap yg mulai diikuti di berbagai ajang balap internasional buat musim balap tahun ini.
Tahun 2019 juga sekaligus menjadi peringatan tahun ke-60 sejak Honda pertama kali berpartisipasi di dunia balap, tepatnya di ajang Isle of Man TT Race.
Di tahun ini, Honda mulai mengikuti berbagai ajang balap bergengsi dengan kategori yg berbeda-beda di Jepang dan negara-negara lainnya.
Pada ajang FIA Formula One Championship (F1TM), Honda berpartisipasi sebagai penyuplai mesin balap buat beberapa tim sekaligus, yakni tim Aston Martin Red Bull Racing yg mengusung pembalap Pierre Gasly dan Max Verstappen, serta tim Red Bull Toro Rosso Honda yg diperkuat oleh pembalapnya, Alexander Albon dan Daniil Kyvat.
Honda juga mulai selalu mendukung para pembalap pemula bagi naik kelas ke ajang F1, yakni para pembalap yg berada di kelas FIA Formula 2 Championship (F2) dan FIA Formula 3 Championship (F3).
Di Jepang, Honda juga mulai merubah struktur tim balap dan berjuang buat mendapatkan gelar juara buat kedua kalinya di ajang SUPER GT GT500 dan Super Formula Championship (SF), dimana pada 2018 lalu, Honda berhasil memenangkan beberapa kejuaraan balap tersebut.
Honda mulai menaungi lima tim bagi kelas SUPER GT GT500 yg meliputi Team Kunimitsu yg diisi Naoki Yamamoto dan Jenson Button, Autobacs Racing Team Aguri yg terdiri dari Tomoki Nojiri dan Takuya Izawa, Team Mugen yg diisi Hideki Muto dan Daisuke Nakajima, tim Keihin Real Racing yg diisi Kodai Tsukakoshi dan Bertrand Baguette, serta tim Modulo Nakajima Racing yg diisi Narain Karthikeyan dan Tadasuke Makino.
Sedangkan bagi ajang Japanese Super Formula Championship (SF), Honda juga mensponsori lima tim yakni Docomo Team Dandelion Racing yg diisi Naoki Yamamoto dan Nirei Fukuzumi, Team Mugen yg diisi Daniel Ticktum dan Tomoki Nojiri, tim Real Racing yg diisi Tristan Charpentier, tim B-Max Racing yg diisi Lucas Auer dan Harrison Newey, serta tim TCS Nakajima Racing yg diisi Alex Palou dan Tadasuke Makino.
Sementara di Amerika Utara, Takuma Sato tetap menjadi pembalap Honda mewakili tim Rahal Letterman Lanigan Racing buat berpartisipasi dalam ajang balap IndyCar Series.
Kemudian, khusus bagi dua kategori balap yg mewajibkan penggunaan mesin produksi massal, Honda mulai memberikan dukungan dengan menyuplai mesin balap Civic Type R TCR buat beberapa kompetisi sekaligus yakni FIA World Touring Car Cup (WTCR) serta TCR Series Endurance Races.
Selain itu, Honda juga mulai menyuplai mesin NSX GT3 buat ajang balap GT Champioship dan Endurance Races di Amerika Utara, Eropa dan Jepang.
Untuk mengembangkan potensi para pembalap muda, Honda secara konsisten sudah menjalankan program Honda Formula Dream Project (HFDP) yg didesain bagi mencari para pembalap muda berbakat dan memberikan berbagai dukungan agar mereka mampu selalu berkompetisi.
Untuk musim balap 2019, dua jebolan HFDP seperti Shinji Matsushita mulai berkompetisi dalam ajang FIA-F2 buat pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir bersama CARLINE, sedangkan Yuki Tsunoda dan Teppei Natori mulai naik kelas dari FIA-F4 ke FIA-F3.
Di Jepang, Honda juga mulai mendukung para peserta yg mengikuti kelas-kelas balap khusus pemula seperti All-Japan Formula3 Championship dan FIA-F4 Japanese Championship.
Honda juga sudah mendirikan sekolah balap Suzuka Circuit Racing School-Formula sejak tahun 1995 bagi melatih dan mengembangkan bakat para pembalap pemula, yg pada tahun ini mulai berada di bawah naungan Takuma Sato sebagai Principal dan Shinji Nakano sebagai Vice Principal.
Berbagai pelatihan selalu diadakan oleh Honda, di antaranya juga dengan menggelar Honda Sports & Eco Program sejak tahun 2012, sebagai sekolah balap yg mengusung tema ‘eco-friendly sports driving’.
Program ini dirancang buat mengenalkan olahraga balap kepada para remaja dengan biaya terjangkau, sehingga mereka mampu merasakan sensasi mengendarai mobil berkecepatan tinggi di lintasan balap.
Di dalam program tersebut, Honda menyewakan mobil dengan spesifikasi balap yg sesuai standar, dan para peserta bisa mengikuti empat kelas balap yg masing-masing mulai digelar empat kali dalam setahun.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com


