Banyumas Raya

Jakarta – Marketing & After Sales Service Director Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy memastikan All New Honda Brio mulai diekspor ke mancanegara.
“Rencana ekspor ada, nanti kami kasih tahu. Negaranya belum (bisa kasih tahu) karena negara di sana belum clear,” ujar Jonfis, di sela-sela acara penyerahan perdana 200 unit All New Honda Brio kepada konsumen di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan, akhir minggu lalu.
Ekspor ini dikerjakan setelah sekian lama HPM tak mengirim mobil secara utuh. Sebagai informasi, HPM mengekspor Honda Freed ke kawasan Asia Tenggara pada 2009. Namun, produksi Honda Freed kemudian dihentikan pada 2016.
Baca juga: HPM Serahkan All New Honda Brio ke 200 Konsumen
“Kita ingin memastikan karena kami adalah leader di mobil ini, kalian melakuakn survei di Indonesia matoritasnya di sana, tetapi kami ingin memastikan kualitas internasional tetap dapat dipakai,” kata Jonfis.
Sebelumnya, HPM cuma melakukan ekspor bagi komponen ke sebagian besar negara Asia, kemudian Meksiko dan Brasil.
Sayangnya, ketika ditanya apakah negara ekspor All New Honda Brio sama dengan negara tujuan ekspor komponen tersebut, Jonfis enggan berkomentar.

Sejak diperkenalkan pada ajang pameran otomotif GIIAS 2018, Jonfis menyampaikan bahwa pemesanan Honda Brio generasi kedua mencapai lebih dari 2.000 unit, dengan persentase varian Satya 70 persen, sementara varian RS 30 persen.
Namun, kehadiran All New Honda Brio itu nampaknya belum cukup bagi menggenjot penjualan. HPM mengoreksi target penjualan menjadi 170.000 unit hingga akhir 2018.
“Sebelumnya kalian perkirakan mampu sama seperti tahun dulu sekitar 180.000 unit. Tapi, setelah berjalannya waktu, kemungkinan cuma sampai 170.000 saja,” ujar Jonfis.
“Karena beberapa tahun ini kami tak milik model baru, tentunya pasar juga berat. Penjualan kendaraan komersial akan naik, sementara kami tak milik kendaraan komersial,” sambung dia.
Untuk Honda Brio generasi kedua, Jonfis menyampaikan bahwa HPM memasang target penjualan rata-rata 4.000 unit setiap bulan dengan jumlah produksi di atas 4.000 unit per bulan yg sudah memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 85 persen. [tar]
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

