Banyumas Raya

SILVERSTONE, – Drama pembatalan MotoGP Inggris berbuntut panjang. Setelah pihak pengelola Sirkuit Silverstone mengakui adanya kesalahan pada lapisan aspal baru dan sistem drainase yg kurang baik, giliran Federasi Balap Motor Internasional ( FIM) yg mendapat sindiran.
Kepala Keselamatan FIM buat MotoGP Franco Uncini, mengakui bahwa FIM tak melakukan pengetesan di Silverstone dalam keadaan lintasan basah. Padahal FIM berkewajiban bagi melakukan pengetesan kelayakan pada tiap lintasan yg digunakan buat arena pertarungan MotoGP.
“Kami tak mengecek lintasan pada keadaan basah, kita cuma melakukan pengecekan ketika kering dan menduga saat basah harusnya baik-baik saja dengan drainase yg benar dan tingkat kemiringan lereng pada lintasan,” ucap Uncini seperti yg dilansir Crash.net, Senin (27/8/2018).
Baca juga: Dua Pebalap Ini Ngotot Balapan di GP Inggris
Mike Webb explains the problems at Silverstone
The #MotoGP Race Director, along with Loris Capirossi and Franco Uncini explain the reasons for cancelling the races #BritishGP | VIDEO ???? https://t.co/yjsTnlGwZn pic.twitter.com/dgXdpS0Jdl
— MotoGP™???? (@MotoGP) August 26, 2018
Lebih lanjut Uncini menjelaskan terlalu mempercayakan pengerjaan pelapisan ulang aspal karena sebelum-sebelumnya tak pernah ada persoalan yg terjadi. Selain itu juga tak ada sistem yg mampu digunakan buat memeriksa keadaan lintasan ketika basah.
“Kami cuma yakin perusahaan yg mengaspal dan pada sirkuit. Kami memeriksa lintasan bagi memastikan tak bergelombang, tak licin dan tak ada celah antara curb. Semua ini kalian tak periksa salam keadaan basah karena tak ada sistem buat memeriksa,” ujar Uncini.
Baca juga: Klasemen Sementara MotoGP Usai Batalnya GP Inggris
RACE DIRECTION UPDATE ??
Unfortunately, after consulting with IRTA Officials, #MotoGP, riders teams and Dorna, the #BritishGP is cancelled.#MotoGP | ???? https://t.co/Qo021V6lAf pic.twitter.com/GSmmzfZiRK
— MotoGP™???? (@MotoGP) August 26, 2018
Bermodalkan opini tersebut, akhirnya FIM tetap “pede” menggelar MotoGP Inggris hingga persoalan besar terjadi jelang babak kualifikasi. Tiga pebalap jatuh akibat adanya genangan air, bahkan Tito Rabat menjadi korban paling fatal akibat buruknya sistem drainase pada lintasan.
Pebalap Real Avianti tersebut terjatuh dan dihajar oleh RC213V punya Franco Mobidelli yg juga terjatih dilokasi yg sama. Akibat, Rabat mengalami dua retak tulang pada bagian kaki dan dilarikan ke rumah sakit memakai helikopter.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

