Banyumas Raya

CIKAMPEK, – Puncak arus mudik resmi terlewati pada 1 Juni 2019 lalu. Pemerintah dan jajaran stakeholder lainnya kini akan menyusun rencana bagi persiapan arus balik yg diprediksi mulai jatuh selama tiga hari, yakni 7-9 Juni 2019.
Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur, menjelaskan, salah sesuatu poin utama dalam penerapan strategi kelancaran arus balik adalah mengenai titik dimulainya skema one way yg mulai digeser dari posisi semula.
“Semula kami terapkan akan dari Palimanan, tetapi buat mengantisipasi kepadatan dulu lintas yg kalian prediksi mulai lebih besar dari mudik maka pindah jadi di km 414, tepatnya akan dari Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Jawa Tengah,” ucap Bakti kepata di GT Cikampek Utama, Senin (3/6/2019).
Baca juga: Penerapan One Way Cikampek-Semarang Berlaku Situasional
Bakti menjelaskan alasan pemindahan titik sesuatu arah yg dibuat lebih panjang jaraknya hingga beberapa kali lipat, dikarenakan waktu arus balik tidak sepanjang libur di awal masa arus mudik.
Dengan prediksi rata-rata masa liburan berakhir pada Senin (10/6/2019), maka pemudik cuma milik waktu tiga hari bagi kembali ke Ibu Kota, yakni pada 7-9 Juni 2019. Sementara ketika arus mudik kecenderungan waktunya lebih fleksibel.
Foto udara kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Gerbang Tol Cikampek Utama di malam hari di Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2019). Volume arus mudik dari arah Jakarta yg memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-4 siang hari terpantau padat merayap.“Jadi libur Lebaran itu kalau dilihat lebih panjang di depan, maka ketika arus mudik kepadatan dulu lintas berlanjut berhari-hari. Tapi ketika arus balik, karena mepet waktunya, kecenderungan mulai sangat padat. Untuk ruas yg proposional dan besar lebih fleksibel diterapkan akan dari Kalikangkung,” ujar Bakti.
Sementara buat titik akhir one way ketika arus balik, menurut Bakti pihaknya menyarankan selesai di Km 29 bekas GT Cikarang Utama dengan pertimbangan dimensi ruas jalan yg lebih besar. Namun, keputusan awal dari Pemerintah dan Korlantas Polri diperkirakan cuma sampai Km 65 atau setelah keluar dari GT Cikampek Utama.
“Kita maunya sampai Km 29 karena itu kan besar juga, kalau dari Km 65 mulai sangat minim perpindahannya karena dari empat ruas mereka tiba-tiba pindah ke tiga ruas. Kita lihat bagaimana nanti keputusannya,” ucap Bakti.
(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = “//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.3”; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

