Banyumas Raya

Tokyo – Mantan Chairman Nissan Motor Carlos Ghosn dibebaskan dengan jaminan pada Kamis setelah didakwa bagi keempat kalinya pada awal minggu ini atas dugaan penyalahgunaan dana perusahaan. Ini yaitu pembebasan dengan jaminan bagi kedua kalinya sejak kasusnya bergulir.
Berbeda dengan pembebasan pada awal Maret lalu, Ghosn kali ini meninggalkan fasilitas penahanan Tokyo dengan setelan gelap tanpa dasi dan tak menyamar dengan seragam pekerja, kantor berita Jepang Kyodo melaporkan.
Tidak seperti pembebasan sebelumnya, Pengadilan Distrik Tokyo memberikan pembebasan dengan jaminan dengan syarat yg lebih ketat, termasuk melarang Ghosn kontak dengan istrinya.
Jaksa Tokyo menyampaikan kepada pengadilan bahwa istrinya, Carole, sudah menghubungi orang-orang yg terkait dengan tuduhan tersebut.
Pihak Ghosn sudah membayarkan jaminan 500 juta yen. Para jaksa mengajukan banding atas keputusan pengadilan tapi banding mereka ditolak, mengatur panggung bagi pembebasannya dari Rumah Tahanan Tokyo.
Setelah penangkapan awal pada pertengahan November 2018 atas tuduhan tak melaporkan remunerasi, chairman Nissan yg digulingkan itu dibebaskan pada awal Maret dengan jaminan 1 miliar yen. Pria 65 tahun itu kemudian ditangkap kembali pada 4 April lalu.
Pada pembebasan dengan jaminan pertamanya yg lalu, Ghosn harus memenuhi 15 persyaratan, seperti tak menghubungi orang yg terkait dengan tuduhan termasuk eksekutif Nissan, dipantau dengan kamera yg dipasang di pintu masuk kediamannya di Tokyo, dan penggunaan ponsel serta komputer yg dibatasi.
Pengacara Ghosn, Junichiro Hironaka, menyampaikan dia ‘senang’ bahwa kliennya dibebaskan, menambahkan bahwa ada dua kekhawatiran karena jaksa penuntut ‘sangat menentang’ itu.
Istrinya menggambarkan penahanan Ghosn sebagai ‘siksaan’ dalam sebuah wawancara yg dilaporkan oleh Wall Street Journal pada Minggu. [tar]
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

