Banyumas Raya

– Pada bulan Ramadhan kali ini ada sebuah tantangan di media sosial bagi memesan makanan atau minuman di aplikasi ojek online dan memberikannya bagi sang pengemudi.
Tantangan ini banyak dikerjakan dengan tagar #Wahyoo Challenge. Kita yg memiliki saldo uang elektronik yg mencukupi buat membayar pesanan, ditantang bagi memesan sebuah hidangan berbuka puasa. Pesanan bebas, tak ada minimal order atau macam makanan tertentu.
Setelah dipesan, kalian diminta bagi mengatakan pada pengemudi bahwa mereka tak perlu mengantarkan pesanan ke alamat kita, melainkan memakannya sebagai santapan berbuka puasa.
Dari tiga hari dahulu bos kantorku ngajak anak-anak kantor ikutan #WahyooChallenge untuk berbagi kebaikan.
Challengenya berupa:
1. Order makanan/minuman via ojek online dengan nominal ga harus mahal-mahal amat.
2. Makanan/minuman yang diorder sebenernya untuk si driver.— ?(???)? (@es_twr) 11 Mei 2019
Setelah ditelusuri lebih lanjut, tantangan ini ternyata berawal dari tantangan internal di sebuah perusahaan bernama Wahyoo Group.
Saat dihubungi , CEO sekaligus pelopor Wahyoo, Peter Shearer, menjelaskan ide awal dari tantangan #WahyooChallenge yg mereka adakan.
Peter terinspirasi mengadakan tantangan ini di lingkungan internal perusahaannya setelah viral sosok Agnes Claudya yg membelikan santapan berbuka puasa buat pengemudi ojek online yg ia pesani.
“Ini kan perbuatan yg sangat baik ya, dan aku ingin men-challenge sebenarnya internal orang-orang yg kerja di tempat aku bahwa ini kan sesuai dengan value-nya kami, value positif dan berbuat baik,” kata Peter, Senin (13/5/2019) sore.
Baca juga: Pesan Pizza buat Buka Puasa Pengemudi Ojol, Agnes Claudia Banjir Apresiasi
Sebelum meminta teman-teman sesuatu kantornya bagi melakukan hal itu, Peter mengaku terlebih dulu melakukannya.
Sosok inisiator Wahyoo Challenge, Peter Shearer CEO dan Pendiri WahyooSetelah melakukan kebaikan dan mengetahui respons pengemudi yg ia belikan, Peter merasa begitu bahagia. Dia pun mengajak teman-teman di kantornya bagi melakukan hal yg sama.
“Jujur ya, sebenarnya jujur aku ingin melakukan ini diam-diam, ngapain sih harus disebar-sebarin. Tapi akhirnya setelah dipikir-pikir, ya telah deh aku sebarin internal saja, supaya mereka juga dapat melakukan hal yg sama. Karena apa yg dirasakan itu bahagianya enggak terbayarkan,” ucap Peter.
Tidak ada minimal pemesanan yg harus dipenuhi dalam tantangan ini. Saldo sejumlah Rp 15.000 atau Rp 20.000 pun telah cukup buat dapat membagikan kebaikan pada orang lain.
“Kita dapat melakukan sedekah, kalian dapat melakukan kebaikan, itu priceless. Dan akhirnya, setelah dikerjakan malah jadi ketagihan,” ujarnya.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

