Banyumas Raya
JAKARTA, – Sejumlah kritik tajam selalu dialamatkan kepada Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi meskipun kinerja Pansel sudah memasuki masa akhir.
Rencananya, pada Senin (2/9/2019) atau hari ini Pansel Capim KPK mulai menyerahkan 10 nama capim KPK kepada Presiden Joko Widodo.
Sepuluh nama itu yaitu hasil seleksi yg sudah berjalan sejak pertengahan Juni 2019. Proses seleksi pun diklaim Pansel dikerjakan secara profesional.
“Sepuluh nama yg mulai kita sampaikan ke Presiden telah melalui seleksi yg ketat dan profesional,” ucap anggota Pansel Capim KPK Hendardi, ketika dihubungi pada Minggu (1/9/2019) malam.
“Senin pagi mulai kita tentukan sepuluh nama yg disetor ke Presiden,” kata Hendardi.
Baca juga: Di Tahap Akhir Masih Menuai Kritik, Ini Tanggapan Pansel Capim KPK
Setelah membahas sepuluh nama, Pansel Capim KPK baru mulai mengirim sepuluh nama capim KPK kepada Jokowi pada Senin sore.
Hendardi sudah mendengar sejumlah kritik yg disampaikan terhadap Pansel Capim KPK. Akan tetapi, dia menyebutkan bahwa Pansel sudah menjaring capim KPK berdasarkan sejumlah pertimbangan yg ada.
“Yang pasti kita bekerja berdasarkan data dan fakta-fakta, serta rekam jejak capim yg mendaftar. Tentu tak berdasarkan asumsi-asumsi,” ujar Hendardi.
Baca juga: Pansel Capim KPK 2019-2023 Dinilai sebagai Pansel Terburuk yg Pernah Ada
Menurut Hendardi, Pansel Capim KPK sudah menerima masukan dari berbagai pihak. Masukan itu, baik dari unsur KPK, akademisi, guru besar, LSM, tokoh masyarakat, tetap menjadi pertimbangan buat Pansel dalam memutuskan.
Hanya saja, hal-hal yg sifatnya masih dugaan atau indikasi dan belum pasti, maka hal tersebut tak mampu dipaksakan kepada Pansel Capim KPK bagi diterima sebagai kebenaran.
“Pansel sejak awal mendapat mandat Presiden, berupaya memperoleh capim yg bersih dan berintegritas yg bisa memimpin KPK dengan baik,” ujar Hendardi.
“Kami teguh pada integritas dan indepedensi kita dalam melakukan proses seleksi yg terbuka,” kata dia.
Baca juga: Pansel Capim KPK Dinilai Terlalu Prosedural dan Resisten mulai Kritik
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

