Menurut Idrus, Elite Politik Harus Mencontoh Saat Jokowi Bermain ‘Gobak Sodor’

oleh -105 Dilihat

Banyumas Raya

JAKARTA, – Menteri Sosial Idrus Marham berpendapat, momen Presiden Joko Widodo bermain permainan tradisional ‘gobak sodor’ mempunyai arti mendalam untuk masyarakat Indonesia, terutama elite politiknya.

Bagi politikus Partai Golkar itu, momen tersebut tak cuma sekadar kegiatan menyegarkan yg mengeluarkan keringat, namun juga yaitu refleksi bagaimana seharusnya menghayati kehidupan berpolitik di Indonesia.

“Presiden bermain ‘gobak sodor’ itu luar biasa. Suatu kegembiraan olahraga yg ada kebersamaannya, kejujurannya, sportifitasnya,” ujar Idrus di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Baca juga: Bersama Anak-anak, Jokowi Jajal Permainan Tradisional Gobak Sodor hingga Engklek

 

“Kalau kalian ingin proyeksikan ke dalam yg lebih besar, misalkan dalam berpolitik, ini lebih menarik lagi,” lanjut dia.

Ketika Jokowi berhasil menyentuh tubuh salah seorang anak dari kelompok lawan, si anak segera mengakuinya. Si anak kemudian tak melanjutkan permainan dan kembali lagi ke garis awal.

Namun, ketika melihat ada anak yg berhasil melalui halauannya dan kembali ke garis awal, Jokowi memberikan apresiasi berupa tepuk tangan kepada anak tersebut.

Menurut Idrus, momen itu merefleksikan nilai-nilai yg seharusnya diterapkan pada perpolitikan Tanah Air.

“Ada nilai-nilai mengakui kesalahan, mengakui kelebihan orang, mengakui suksesnya orang lain. Tidak ada budaya-budaya senang melihat orang gagal atau tak senang melihat orang yang lain sukses,” ujar Idrus.

Baca juga: Jokowi: Anak-anak Harus Bermain di Luar, Jangan Main HP Terus

 

Idrus berharap, masyarakat termasuk elite politik Indonesia berkaca pada permainan tradisional tersebut.

“Kita ingin pada komunikasi antar elite politik yg ada betul-betul ada persahabatan, ada kesetiakawanan sosial, ada pikiran positif, kreativitas dan kebersamaan. Ini sangat penting. Jadi aku kalian kami harus mengikuti seperti permainan adik-adik tersebut ya,” kata Idrus.

“Saat anak-anak main ‘engklek’ juga begitu. Dia injak garis, segera berhenti sendiri. Sekarang ini telah injak garis, malah merasa diri benar, diberi tahu enggak mau,” lanjut dia.

 

Jokowi-Iriana Bermain Bersama Anak-anak

Diketahui Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menjajal sejumlah permainan tradisional di halam tengah Istana Presiden, Jakarta, Jumat siang.

Permainan tradisional itu disediakan untuk beberapa ratusan anak yg diundang ke Istana dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yg jatuh pada 2 Mei, kemarin.

Permainan pertama yg dijajal Jokowi dan Iriana adalah ‘Obor Ban’.

Baca juga: Siapa Nama Ibu Menko PMK?, Jawaban Anak Perempuan Ini Bikin Jokowi Ngakak

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menjajal permainan tradisional Obor Ban di halaman tengah Istana Presiden, Jakarta, Jumat (4/5/2018)Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menjajal permainan tradisional Obor Ban di halaman tengah Istana Presiden, Jakarta, Jumat (4/5/2018)

Peraturan permainan, beberapa orang harus mensejajarkan gelindingan ban karet di lintasan sepanjang sekitar tiga meter.

Peserta cuma diperbolehkan menyeimbangkan jalannya ban dengan bantuan sebuah tongkat.

Jokowi-Iriana memenangkan permainan ini. Jokowi bertugas menyeimbangkan ban, sementara Iriana bertugas mendorong ban tersebut hingga garis akhir.

“Gampang,” kata Jokowi sembari tertawa.

Setelah itu, Jokowi dan Iriana menjajal permainan tradisional ‘Gobak Sodor’.

Baca juga: Kagetnya Jokowi Diminta Main Kuda Lumping oleh Kak Seto…

 

Awalnya, Jokowi dan Iriana memperhatikan anak-anak bermain terlebih dahulu. Usai itu, keduanya ikut bermain sebagai penghalau yg bertugas berjaga di garis.

Tidak cuma Jokowi dan Iriana yg bermain, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosial Idrus Marham dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek juga ikut bermain.

Jokowi dan Iriana menjadi penghalau di garis tengah.

Saat ada anak yg berusaha menerobos, Jokowi kemudian merentangkan tangannya bagi menghalaunya.

“Hayo, hayo, hayo,” ujar Jokowi.

Akhirnya tangan Jokowi menyentuh tubuh anak laki-laki tersebut. Artinya, sang anak tak boleh melanjutkan permainan kembali.

Baca juga: Monopoli Insentif Elektoral Jokowi dan Warning buat Partai Pendukungnya

 

Jokowi mengaku, memang telah lama sekali tak bermain ‘Gobak Sodor’ tersebut.

“Sudah lima puluh tahun lebih kali aku enggak main ini,” kata Jokowi.

Permainan terakhir yg dimainkan Jokowi dan Iriana adalah ‘Engklek’.

Jokowi dan Iriana tampak gembira berkesempatan menjajal permainan tradisional tersebut. Anak-anak yg bermain bersama mereka juga tampak sumringah.

Setelah itu, Jokowi dan Iriana kembali ke dalam Istana Merdeka bagi melanjutkan kegiatannya.

Ia mempersilahkan anak-anak bagi bermain di halaman tengah Istana sampai sore berakhir.

TV Presiden menginginkan ada euforia “demam Asian Games” pada pembukaan 18 Agustus mendatang.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

No More Posts Available.

No more pages to load.