Banyumas Raya

Sebuah video menjadi viral di media sosial baru-baru ini. Dalam video rekaman CCTV itu, seorang bapak menendang seorang anak laki-laki yg sedang bermain ayunan.
- Kata Psikolog UI soal ‘nyanyian’ Setnov di sidang e-KTP
- Lihat penampakan wajah di gambar ini? Awas gangguan psikologis!
- Mengapa pria melakukan masturbasi? Ini penjelasan psikologisnya
Bapak itu kelihatan kesal karena rupanya anak laki-laki itu mengenai anak perempuannya sampai terjatuh.
Kemudian, sesuatu video yg lain, yaitu rekaman adu mulut antara ibu si anak laki-laki dan bapak si anak perempuan. Si ibu tak terima anaknya ditendang sementara si bapak merasa bahwa anak laki-laki itu memang salah.
Respons warganet yg melihat video insiden di Mal Kelapa Gading itu beragam. Ada yg mengecam tindakan sang bapak, tetapi tak sedikit pula yg ‘membela’ dengan alasan wajar bila seorang bapak yg melihat anak perempuannya terjatuh refleks melakukan itu.
Psikolog Klinis Dewasa PION, Rena Masri, yg telah melihat video tersebut memberi tanggapannya.
Menurut Rena, kedua orangtua milik andil dalam insiden di Mal Kelapa Gading ini. Di luar konteks siapa yg salah dan benar, tugas orangtua adalah mengawasi anak di mana pun mereka berada. Sekali pun sedang di tempat bermain, bukan berarti anak pasti aman.
“Itu kan memang di playground, memang tempat bermain. Akan tetapi, anak balita tetap harus ada pengawasan dari orang dewasa atau orang tua. Kalau yg aku lihat, anak perempuan itu kan lewat pada ketika anak laki-laki main ayunan. Ya, seharusnya sih, sama-sama mengawasi,” kata Rena.
Rena mengatakan, orangtua jangan pernah membiarkan anak main di belakang orang yg sedang main ayunan karena risiko buat terkena sangat besar.
“Begitu juga dengan yg anak laki-laki. Orangtua mampu kasih penjelasan, karena di situ banyak anak-anak juga, main ayunannya juga harus hati-hati, jangan terlalu kencang.”
Lebih lanjut, Rena mengingatkan, walaupun lokasi insiden di Mal Kelapa Gading itu adalah tempat main anak-anak, orangtua harus memastikan si Kecil bermain dengan aman.
Bahaya Mengintai Anak Setiap Berapa Detik
Menurut dia, bahaya mengintai seorang anak setiap dua detik. Misalnya, anak dapat lho tiba-tiba jatuh dari ayunan meski tak orang yang lain yg menyebabkan dia jatuh, yg kemungkinan buat gegar otak pun bisa.
“Jadi, memang, kalau anak-anak bermain, pengawasan orangtua memang perlu banget. Pengawasan lingkungan sekitar juga, sih.”
Pengawasan lingkungan yg dimaksud Rena ini adalah bagi orang-orang yg ada di sekitar arena bermain. Mereka mampu memberi peringatan kepada anak yg sedang bermain buat lebih hati-hati. Agar seluruh macam kecelakaan mampu dihindari.
“Dua-duanya ada andil buat saling memperhatikan,” kata Rena.
“Cuma, kalau memang jika yg salah anak laki-laki, bapak anak perempuan yg jatuh itu mampu lebih asertif dalam mengungkapkan kekesalannya,” kata dia.
Reporter:Aditya Eka Prawira
Sumber: Liputan6.com
BACA JUGA:
Jonathan, pria tendang bocah laki-laki di Gading terancam dipidana
[ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

