Banyumas Raya

Jakarta – Ada dua tips yg bisa diperhatikan saat memakai kontrasepsi ketika menjalankan ibadah Haji.
Menurut dr. Mona, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan yg juga anggota Tim Promotif Preventif 2019 memberikan tipsnya buat para jemaah haji wanita yg mulai coba metode kontrasepsi ketika berhaji atau umroh, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Senin, (15/07/2019).
Pertama, ketahui waktu siklus haid, sehingga dapat mengetahui dan menghitung tanggalnya apakah mulai dimajukan atau dimundurkan.
Kedua, kontrasepsi dengan kandungan hormon progesteron digunakan beberapa pekan sebelum waktu siklus haid berikutnya. Apabila memakai yg mengandung hormon kombinasi (progesteron dan estrogen) mampu diminum di hari kedua sampai kelima siklus haid.
Berikutnya, ada alternatif selain penggunaan pil, merupakan kontrasepsi macam suntik. Ada beberapa pilihan yg tersedia, suntikan buat jangka waktu 4 pekan atau 12 minggu.
Terakhir, konsumsi pil harus teratur waktunya, karena seandainya tak maka mampu terjadi gangguan seperti keluar flek atau pendarahan. Bahkan mampu berpotensi gagal, terjadi menstruasi. Mona mencontohkan kalau pil harus diminum sehari beberapa kali, maka pembagiannya harus konsisten setiap 12 jam sekali minum sesuatu pil. Jika konsumsi pertama pukul 7 pagi, maka pil kedua harus diminum pukul 7 malam, jangan sampai terlambat.
Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc, penyediaan layanan dokter spesialis kebidanan ini adalah salah sesuatu upaya peningkatan pelayanan kesehatan reproduksi buat jemaah haji wanita.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

