Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Jakarta – Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yaitu periode emas untuk tumbuh kembang anak, termasuk pada 270 hari masa kehamilan normal.
Namun, bagaimana dengan anak yg Iahir sebelum masa kehamilan normal selesai, atau prematur?
Di semua dunia, sejumlah 15 juta bayi terlahir prematur per tahunnya, dan angka ini bertambah. Indonesia menempati peringkat ke – 5 kelahiran prematur tertinggi di dunia, dengan angka kejadian 15,5 persen.
Anak yg terlahir prematur yaitu anak yg Iahir pada usia kehamilan (gestasi) kurang dari 37 pekan akibat berbagai kondisi. Dengan keadaan tubuh yg belum optimal dan besarnya tantangan pemenuhan nutrisi, anak yg terlahir prematur membutuhkan perhatian dan penanganan khusus bagi dapat mendukung tumbuh kembang dan masa depannya.
Menurut dr. Putri Maharani Tristanita Marsubrin, SpA (K) selaku Dokter Anak Konsultan Neonatalogi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), anak yg terlahir prematur berisiko memiliki keadaan kesehatan yg memerlukan perhatian khusus karena mampu berdampak pada tumbuh kembangnya. Hal ini baik dalam jangka pendek ataupun panjang.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“Perlu diingat bahwa masa depan anak tak cuma ditentukan setelah ia lahir. Masa depan seorang anak dipengaruhi oleh status kesehatan pada 1000 hari pertama, dimulai sejak masih di dalam kandungan ibu (270 hari),” kata Putri di acara Dukung Si Kecil yg Lahir Prematur buat Tumbuh Kembang Optimal yg diselenggarakan Nutricia Sarihusada, Jakarta, Sabtu, (17/11/2018).
Bayi prematur memiliki banyak tantangan kesehatan setelah Iahir, seperti gangguan pernafasan, peningkatan risiko infeksi, dan peningkatan risiko penyakit tak menular atau non communicable diseases (NDS) seperti hipertensi dan diabetes di kemudian hari, atau persoalan kesehatan yg lain.
Salah sesuatu cara mengurangi hal tersebut adalah dengan mengetahui faktor risiko ibu melahirkan anak prematur.
Kondisi hipertensi, diabetes, asma, gangguan tiroid, pre-eklamsia, dan gangguan autoimun serta anemia pada calon ibu yaitu dua faktor yg mampu memicu anak lahir secara prematur.
Khususnya anemia pada ibu. Menurut Riskesdas 2013 memamerkan 37,1 persen ibu hamil menderita anemia, merupakan ibu hamil dengan kadar Hb kurang dari 11,0 gram/dl, dengan proporsi yg hampir sama antara di kawasan perkotaan 36,4 persen dan perdesaan 37,8 persen.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan penjelasan terkait penahanan Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa yang dilakukan...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...
GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...
TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...
Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...
Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...
Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...
China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...
Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...
Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...