Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Jakarta – Rumah tangga sangat berperan buat keamanan pangan. Mengapa?
Menurut Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Harsi Dewantari Kusumaningrum, produk pangan yg masuk ke dalam rumah tangga itu hampir semuanya, mungkin 50 persen tercemar oleh bakteri penyebab penyakit. Ketika bahan baku makanan itu tercemar oleh bakteri-bakteri penyebab penyakit, maka peran ibu rumah tangga dalam mengolah bahan baku menjadi penting.
“Bakteri penyebab penyakit ini sebenarnya selalu berubah dan selalu kalian temukan. Tentu dari proses pengolahan itu mulai sangat penting,” kata Prof. Harsi, Rabu, (26/09/2018), Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Ia menambahkan bakteri yg sampai ke pangan itu dapat melalui berbagai media, di antaranya, bakteri yg bersumber dari bahan pangan itu sendiri, seperti buah-buahan dan sayuran yg bakterinya bersumber dari tanah, pupuk, dan air.
Kemudian daging dan susu, potensi pencemaran bakterinya dari cara penyembelihan yg tak benar atau proses pemerahan yg kurang steril.
Selain itu, bakteri dapat muncul dari limbah rumah tangga. Penanganan limbah yg buruk menjadi sumber kontaminasi.
Hal tersebut harus diatasi dangan pengaturan atau penanganan limbah secara baik. Sumber lainnya, tambah Harsi, mampu dari peralatan yg digunakan dalam mengolah makanan.
“Sebetulnya higiene-nya dari kami sendiri, tangan. Tangan kalian itu membawa bakteri staphylococcus aureus yg dapat menghasilkan toksin yg mampu menyebabkan keracunan pada tangan,” katanya.
Masalah penting keamanan pangan adalah cemaran mikroba karena rendahnya keadaan kebersihan dan sanitasi sehingga intervensi tetap diperlukan. Ibu rumah tangga harus paham betul soal adanya keracunan akibat cemaran kuman, ataupun masalah keamanan pangan yg yang lain merupakan terkait penggunaan formalin, boraks, dan pewarna tekstil.
Prof Hasri menjelaskan dua kunci penyediaan pangan yg aman mampu dikerjakan dengan menjaga kebersihan, pemisahan pangan mentah, karena pangan mentah biasanya membawa bakteri penyebab penyakit yg mungkin berpindah selama penyiapan pangan, misalnya pisau yang digunakan memotong daging kemudian digunakan buat memotong sayuran tanpa dicuci terlebih dahulu.
“Ini mampu memindahkan bakteri yg tadinya dari daging ke sayuran mentah. Karena itu, masaklah pangan dengan benar artinya memasak pangan dengan seksama sampai segala nya terpapar panas, karena memasak yg tepat bisa membunuh hampir segala mikroba berbahaya,” kata Prof. Hasri.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com
Meta resmi meluncurkan aplikasi baru bernama Seller, sebuah platform khusus yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola aktivitas jual beli di Facebook Marketplace. Aplikasi...
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
SEOUL – Bergabungnya pevoli putri Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi dengan Hyundai Hillstate menjadi sorotan besar di Korea Selatan. Kehadiran opposite hitter asal Indonesia...
SACHSENRING, JERMAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, yang berhasil menjuarai Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026...
JAKARTA – Penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas...
JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri tengah menyidik dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengadaan...
BEIJING – Pengadilan di Provinsi Jiangsu, China, menjatuhkan hukuman mati kepada mantan pejabat Kota Nanjing, Yang Youlin, setelah dinyatakan bersalah menerima suap senilai...
JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menyatakan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait perkara pengadaan...
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan penjelasan terkait penahanan Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa yang dilakukan...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...
China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...
Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...
Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...