Banyumas Raya

Jakarta – Salah sesuatu risiko dari kurangnya asupan gizi pada anak remaja putri berdampak pada putus sekolah.
Hal tersebut karena remaja putri tak dapat menjalani kehidupannya dengan lebih produktif. Kondisi ini timbul karena remaja putri mengalami anemia.
Pendidikan gizi dan suplementasi tablet tambah darah (TTD) mingguan adalah kunci bagi memerangi anemia. Ini mampu meningkatkan status kesehatan dan gizi remaja putri, yg mana bisa menolong memutus siklus kekurangan gizi antar generasi.
Joel Spicer, Presiden dan CEO Nutrition International menekankan, kurang gizi pada dasarnya melemahkan, terutama untuk remaja putri.
“Kurang gizi berarti terganggunya perkembangan otak dan sistem kekebalan tubuh yg rendah, yg menyebabkan performa kegiatan belajar di sekolahnya menjadi terganggu,” ujar Joel.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

