Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Jakarta – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) beserta anak usaha PT Hexpharm Jaya (HJ) menerima pemberitahuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) yg menyatakan bahwa produk Ranitidin Kalbe dan Hexpharm Jaya mampu diproduksi dan diedarkan buat masyarakat.
Dengan demikian produk Ranitidin produksi Kalbe dan HJ aman bagi dikonsumsi. “Kami selalu memastikan kualitas setiap produk Kalbe termasuk produk obat generic HJ agar tetap aman dikonsumsi oleh masyarakat, ” kata Michael Bujung Nugroho, Direktur PT Kalbe Farma Tbk, dalam keterangannya, Jumat (22/11/2019).
Seperti diketahui, dua waktu dulu BPOM sudah mengeluarkan pemberitahuan bahwa ada dua produk Ranitidin yg beredar di masyarakat mengandung NDMA atau N-Nitrosodimethylamine yg seandainya dikonsumsi di atas ambang batas secara selalu menerus dalam jangka waktu yg lama berpotensi karsinogenik. Ambang batas cemaran NDMA yg diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake).
“Hasil pemeriksaan BPOM terhadap produk Ranitidin Kalbe membuktikan bahwa produk Kalbe tak mengandung NDMA melebihi ambang batas yg diperbolehkan. Untuk itu masyarakat tak perlu khawatir dalam mengkonsumi produk Ranitidin produksi Kalbe dan HJ,” tambah Michael lagi.
Saat ini produk Ranitidin produksi Kalbe adalah Rantin Cairan Injeksi 25 mg/mL dan Rantin Tablet Salut Selaput 150 mg. Sedangkan produk Ranitidin produksi HJ adalah Ranitidin HCL Cairan Injeksi 25 mg/mL, Ranitidin HCL Tablet Salut Selaput 150 mg dan Titan 150 Tablet Salut Selaput 150 mg.
Ranitidin yaitu obat yg dipakai bagi mengatasi gejala atau persoalan yg terjadi akibat adanya produksi asam yg berlebih di dalam lambung. Obat ini yaitu obat golongan penghambat histamin-2 atau H2 (H2 blocker). Produksi cairan asam yg terjadi di lambung dikerjakan oleh sel yg bernama sel parietal yg terletak di dinding lambung.
Terdapat dua reseptor yg terletak di sel parietal tersebut yg berperan menghasilkan asam lambung, di ataranya reseptor gastrin, asetilkolin, dan histamin-2. Ketiga reseptor tersebut mulai reaktif terhadap hormon dan neurotransmiter. Dengan demikian, ranitidin yg termasuk golongan penghambat histamin-2 mulai berperan menghambat jalur reseptor tersebut, sehingga tak bereaksi menghasilkan asam lambung dari sel parietal, jadi asam lambung pun mulai berkurang.
NDMA sendiri diketahui bersifat karsinogenik. Zat ini mampu memicu terjadinya kanker pada manusia. Selain itu, NDMA ini juga dikenal sebagai kontaminan lingkungan yg bisa ditemukan pada air dan makanan, termasuk daging, produk susu, dan sayuran. [*]
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
Semarang — Jawa Tengah bersiap menghadirkan lompatan besar di sektor ketahanan pangan nasional melalui pembangunan mega farm sapi perah terbesar di Indonesia. Proyek...
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan penjelasan terkait penahanan Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa yang dilakukan...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...
GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...
TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...
Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...
Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...
Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...
China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...
Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...
Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...