Banyumas Raya

Jakarta – Seluruh masyarakat di dunia sedang dalam masa transisi karena perkembangan teknologi yg begitu besar.
Hal ini mulai memberikan perubahan pada setiap orang terutama adalah tentang perilaku. Melihat perkara bullying yang marak belakangan ini, sangat memprihatinkan.
“Melihat masalah Audrey salah kami seluruh yg kurang sigap dengan perubahan. Anak usia 17 tahun di Indonesia masih menjadi bagian dengan keluarga. Oleh karena itu masalahnya di institusi keluarga,” kata Daisy Indira Yasmine, M.Si, dosen sosiologi UI, di forum Ngobras, Jakarta, Selasa, (16/04/2019).
Masih menurutnya, di luar keluarga, ada peran komunitas dan masyarakat. Mulai dari sekolah, tempat tinggal hingga pemerintah. Regulasi yg mengatur.
“Gerakan komunitas #saveaudrey itu bagus. Artinya masih ada kontrol sosial,” tambahnya.
Dia menjelaskan, seharusnya persoalan ini ditangkap pemerintah melalui gerakan di institusi pendidikan.
“Apakah pendidikan kalian mampu melahirkan value-value moral. Pendidikan kami masih sangat tekstual dan lemah sekali menanamkan nilai – nilai menanamkan karakter yg sesuai bagi anak, merupakan kemandirian, kreatif, memecahkan masalah, mengendalikan emosi, dll,” ujarnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

