Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Depok – Doktor Farmasi UI meneliti tentang kombinasi obat kaptopril dengan seledri buat atasi penyakit hipertensi.
Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi yaitu penyakit kardiovaskuler yg prevalensi kejadiannya cukup tinggi dimana dialami oleh lebih dari 1 miliar orang di segala dunia.
Hipertensi yaitu silent killer karena seringkali muncul tanpa gejala dan menyebabkan kematian terhadap lebih dari 9 juta orang per tahun di semua dunia.
Berangkat dari permasalahan tersebut, Doktor dari Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) Dr. Siska, M.Farm., Apt melakukan penelitian eksperimental terkait pemanfaatan Seledri buat pengobatan hipertensi.
Hasil penelitiannya menunjukkan, kombinasi Kaptopril dan ekstrak Apium Graveolens L atau yg umum disebut seledri dapat menurunkan tekanan darah sebesar 42.34 persen lebih baik dari pemberian kaptopril tunggal.
Hasil penelitiannya tersebut dipaparkan dalam Sidang terbuka Promosi Doktor Farmasi UI Dr. Siska dengan judul Disertasi Studi Interaksi Farmakodinamik dan Farmakokinetik Kombinasi Kaptopril dan Ekstrak Apium Graveolens L. sebagai Antihipertensi pada Tikus Putih Jantanyang dilaksanakan pada (08/01) di kampus UI Depok.
Seperti yg dikutip dari siaran pers, Rabu, (09/01/2019), kaptopril yaitu obat tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Hasil penelitian memperlihatkan kombinasi kaptopril dengan ekstrak seledri bisa menurunkan tekanan darah dengan cara diuresis dan natriuresis. Hal ini dibuktikan dengan adanya korelasi antara tekanan darah dengan volume urin, dimana terjadi penurunan tekanan darah diikuti dengan peningkatan volume urin.
Seledri yaitu sumber flavonoid diantaranya apigenin, luteolin, dan crysoeriol.
Selama ini, masyarakat kerap memakai pengobatan tradisional dalam mengatasi penyakit Hipertensi.
Pengobatan tradisional memakai herbal dianggap sebagai pengobatan alternatif karena anggapan bahwa herbal lebih aman dan gampang buat digunakan.
Namun pengobatan obat herbal tak sepenuhnya dapat menurunkan tekanan darah, sehingga tetap dibutuhkan penggunaaan obat sintetik.
“Diharapkan penelitian ini bisa memberikan manfaat buat ilmu pengetahuan terkait penggunaan obat herbal buat pengobatan hipertensi. Selain itu mampu dijadikan data preklinik untuk tenaga medis buat mendukung penggunaan herbal padapenyakit. Namun untuk masyarakat diimbau buat tetap berhati-hati atas potensi resiko yg mungkin mulai timbul seandainya memakai obat herbal bersamaan dengan obat sintetik tanpa sepengetahuan dokter atau tenaga medis lainnya,” ungkap Dr. Siska.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan penjelasan terkait penahanan Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa yang dilakukan...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...
GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...
TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...
Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...
Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...
Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...
China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...
Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...
Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...