Banyumas Raya

Jakarta -Gaya hidup sedentari menjadi isu utama di Indonesia maupun semua dunia, dan terbukti menjadi faktor penyebab meningkatnya penyakit tak menular. Karena itu, gaya hidup ini harus dilawan.
Menurut Dr. Ade Jeanne L. Tobng SpKO, dokter spesialis kedokteran olahraga dari perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, sedentari adalaah gaya hidup yg kurang bergerak. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kurang gerak sangat berhubungan dengan timbulnya persoalan kesehatan di masa yg mulai datang. Hal ini perlu dicermati dan harus diwaspadai untuk banyak orang di masa sekarang.
“Saat ini perubahan pola hidup dari aktif menjadi tak aktif. Orang banyak yg cuma duduk – duduk serta bermain gadget, tidur – tiduran, tanpa melakukan aktivitas fisik yg baik. Semakin canggihnya suatu negara, semakin banyak orang tak aktif dan cuma pencet tombol dari remote. Dulu orang mau ganti chanel harus berdiri dan menyambangi televisi,” papar Dr. Ade Jeanne L. Tobng SpKO, ketika ditemui di acara Alene kampanyekan Ayo Indonesia Bergerak, Jakarta, Rabu, (11/04/2018).
Untuk melawan gaya hidup sedentari tersebut, disarankan melakukan latihan fisik minimal 30 menit sehari setidaknya tiga kali dalam seminggu atau total 2,5 jam per minggu. Latihan fisik bisa dikerjakan dimanapun dalam keseharian, termasuk di rumah.
“Tulang, sendi, dan otot bekerjasama buat mendukng setiap gerakan yg kami lakukan setiap hari. Tulang adalah jaringan hidup yg mengalami perusakan dan pembentukan, latihan fisik dengan pembebanan menyebabkan jaringan tulang baru terbentuk sehingga membuat tulang lebih kuat dan padat,” tambahnya.
Masih menurutnya, aktivitas fisik semacam ini juga membuat sendi lebih fleksibel, dan otot lebih kuat. Tulang, sendi, dan otot menjadi lebih kuat saat otot mendorong dan menarik tulang selama latihan fisik.
“Jika banyak orang terlena dengan gaya hidup sedentari, hal ini mulai berakibat cepat menimbulkan penyakit tak menular, seperti diabetes, hipertensi, heart disease, osteoporosis, osteoartritis, hingga kanker,” ungkapnya. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

