Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Jakarta – Minyak kutus kutus kini menjadi salah sesuatu andalan saat sedang sakit.
Dimulai dari cerita terperosoknya Bapak Servasius Bambang Pranoto ke dalam sebuah parit yg berakibat hampir lumpuhnya kaki beliau.
Mencoba semua cara bagi menyembuhkan baik dari medis, alternatif dan cara-cara yang lain yg hampir saja membuat Pak Bambang putus asa. Dari sanalah beliau teringat resep leluhur mulai minyak balur kesehatan dan lahirlah minyak balur Kutus Kutus.
Servasius Bambang Pranoto, seorang pria berdarah seni kuat lahir di Kota Klaten, Solo. Mengenyam pendidikan di SMA Debritto Yogyakarta, dan merampungkan S1 Teknik Elektro di Satya Wacana Salatiga, selanjutnya meniti karir hingga menjadi Executive Staff di Philip Jakarta.
Tapi ketertarikan dia mulai seni selalu mengusik hingga akhirnya menetapkan buat masuk ke dunia seni musik.
Drama perjalanan hidup pun selalu mengalir mengikuti intuisi seni yg akhirnya mengantarkan Bambang Pranoto berlabuh di Desa Bona, Gianyar, Bali di tahun 2002 dan episode hidup selanjutnya pun diwarnai dengan berbagai tragedi hingga akhirnya mengalami kecelakaan ketika kakinya terkilir hampir lumpuh karena terperosok.
Tragedi inilah yg menjadi cikal bakal lahirnya minyak balur kesehatan Kutus Kutus.
Karakter Bambang Pranoto yg ringan hati dan suka berbagi, akhirnya menjadi berkah buat orang lain. Banyak yg tertolong dengan minyak balur yg ia buat.
Dari sinilah intuisi Bambang Pranoto mendorong dia bagi memproduksinya lebih luas, dimulai dari proses produksi secara manual di rumahnya di desa Bona. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya penerimaan masyarakat luas, pada 2018 berdirilah pabrik Kutus Kutus yg berlokasi di Gianyar Bali, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (05/12/2019).
Bagi Bambang Pranoto, Kutus Kutus bukan sekedar produk tetapi sebuah idealisme, jawaban dari apa yg dia percayai selama ini. Bahwa manusia sebagai bagian dari alam memiliki energi, kemampuan bagi menyembuhkan dirinya sendiri dan Kutus Kutus membangkitkan kekuatan itu.
Kutus Kutus sendiri adalah Bahasa Bali yg artinya 88, yg secara bentuk cukup unik dan menyerupai simbol infiniti, sebuah harapan ke depan agar Kutus Kutus dapat selalu abadi menjadi minyak yg dikenal di dunia.
Saat ini produksi Kutus Kutus sudah mencapi sesuatu juta botol perbulan dan pemasaran Kutus Kutus telah sampai ke Australia dan Eropa serta negara-negara lain.
Semangat berbagi selalu mengalir membahagiakan banyak umat manusia, bersinergi dengan alam dan kembali ke ranah manusia terdahulu ketika diciptakan oleh Sang Maha Kuasa. Kutus Kutus, sehat, sukses & sejahtera.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang,...
Meta resmi meluncurkan aplikasi baru bernama Seller, sebuah platform khusus yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola aktivitas jual beli di Facebook Marketplace. Aplikasi...
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang,...
JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat sebaran material vulkanik meluas ke sejumlah wilayah Pulau Jawa dan Sumatra. Selain abu...
SEOUL – Bergabungnya pevoli putri Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi dengan Hyundai Hillstate menjadi sorotan besar di Korea Selatan. Kehadiran opposite hitter asal Indonesia...
SACHSENRING, JERMAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, yang berhasil menjuarai Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026...
JAKARTA – Penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas...
JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri tengah menyidik dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengadaan...
BEIJING – Pengadilan di Provinsi Jiangsu, China, menjatuhkan hukuman mati kepada mantan pejabat Kota Nanjing, Yang Youlin, setelah dinyatakan bersalah menerima suap senilai...
JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menyatakan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait perkara pengadaan...
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...
China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...
Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...
Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...