Banyumas Raya

Jakarta – Mungkin tak banyak yg tahu ada dua macam limfoma. Nah, penyakit ini memiliki beberapa golongan besar.
Ada dua macam limfoma, dengan beberapa golongan besar merupakan Limfoma Hodgkin 10 persen dan Limfoma Non-Hodgkin 90 persen. Dengan pengobatan medis yg tepat dan sedini mungkin, banyak pasien limfoma yg bisa menjaga penyakit mereka di bawah kontrol dan memiliki kualitas hidup yg baik, bahkan sembuh.
Program JKN/BPJS Kesehatan yg ada sejak tahun 2014 memiliki tujuan yg sangat bagus. Sayangnya, fakta di lapangan sering tak sama. Menurut Aryanthi Baramuli Putri, pelopor CISC Indonesia, keberadaan BPJS memang sangat menolong pasien dalam pengobatan kanker namun masih perlu banyak perbaikan sehingga pelayanan pengobatan kanker mulai menjadi semakin baik.
“Misalnya tentang rujukan berjenjang dan pembaharuan rujukan per 3 bulan sebaiknya tak diberlakukan buat pasien kanker. Ini seluruh dimaksudkan bagi efisiensi biaya, baik buat pemerintah dalam hal ini BPJS dan juga buat pasien sendiri,” ujar Aryanthi, Jakarta, Sabtu, (15/09/2018).
Masalah yang lain adalah obat-obatan limfoma yg masih dirasakan cukup mahal, dan tak segala masuk dalam jaminan BPJS. Meskipun ditanggung BPJS, tetap saja ada prosedur panjang yg harus dilalui oleh penderita kanker.
Fasiltas rumah sakit yg terbatas membuat pasien juga harus menunggu antrean buat tindakan, bahkan sampai dua bulan. Karena itu, terkait dengan peringatan hari peduli kanker getah bening (lymphoma) yg terus diselenggarakan CISC sejak dua tahun yg dulu diharapkan bisa memberikan keterangan seluas – luasnya,
tidak cuma buat pasien limfoma, tapi juga kepada masyarakat umum tentang gejala-gejala apa saja yg harus diwaspadai. Sehingga semakin dini limfoma diketahui, maka semakin tinggi tingkat kesembuhannya.
“Untuk tahun ini, CISC bekerjasama dengan PT Ferron Par Pharmaceuticals dan diharapkan masyarakat mendapatkan keterangan yg tepat tentang gejala, risiko, dan cara pengobatan yg benar. Di mana media adalah sebagai ujung tombak bagaimana keterangan tersebut bisa diterima oleh masyarakat,” kata Aryanthi.
“Khusus buat limfoma karena gejalanya tak khas alias samar, maka perlu ada keterangan terkait gejala limfoma dan pentingnya pemeriksaan dini,” jelas Aryanthi.
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

