Banyumas Raya

Jakarta – Penyakit jantung koroner PJK adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner.
Menurut dr. Bambang Dwi Putra, SpJP, dari Rumah Sakit Harapan Kita, secara klinis penyakit jantung ditandai dengan nyeri dada atau rasa tak nyaman di dada atau seperti terasa tertekan berat saat sedang mendaki atau kerja berat. Kemudian saat berjalan terburu – buru pada ketika berjalan di jalan datar atau berjalan jauh.
“Penyakit jantung ini bukan cuma disebabkan oleh sesuatu faktor, tapi multi faktor,” papar Bambang ketika ditemui di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat, (28/09/2018).
Berikut adalah dua faktor pencetus penyakit jantung yg dapat Anda simak.
1. Merokok
“Sekitar 64 persen di Indonesia cukup tinggi bagi perokok pria. Angka ini ternyata paling tinggi di dunia. Ini memang sangat menyedihkan. Karena itu, wajar saat kami lihat pembiayaan (belanja kesehatan) di Indonesia buat kardiovaskular kalian sangat tinggi,” kata Bambang.
2. Kolesterol tinggi
“Kalau kalian lihat sehari mampu makan tiga kali. Berapa kali ada gorengan? Tumis – tumisan? Belum lagi camilan yg digoreng. Misalnya pisang, dan es cream tinggi. Ini harus dihitung kalorinya dan sangat tinggi kolesterol,” paparnya.
3. Hipertensi
Tekanan darah tinggi. Banyak orang – orang yg tak pernah medical check up datang – datang tensi tinggi.
“Ada yg tiba ke rumah sakit dengan tensi 200 – 180. Padahal ini sangat simple pencegahannya. Bisa dikerjakan secara berkala,” ujarnya.
4. Diabetes
Penggunaan gula harus dibatasi. Ini harus dideteksi sejak dini.
“Sangat gampang bagi mendeteksi kadar gula darah dalam tubuh. Bisa ketika gula darah puasa, dan gula darah setelah 2 jam makan. Ini telah tersedia di puskesmas,” katanya.
5. Faktor usia
Ini tak mampu dimodifikasi. Setidaknya harus mampu mencegah dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

