Banyumas Raya

Di usia 92 tahun, Mahathir Mohamad kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia. Apa ya rahasia sehat perdana menteri tertua itu?
- Wasekjen PPP bandingkan Mahathir Mohamad dengan Amien Rais
- Fadli Zon sebut kemenangan Mahatir jadi pertanda Indonesia mulai ganti presiden
- Trump beri selamat kepada Mahathir atas kemenangannya
Dengan kemenangan dalam Pemilu Malaysia 2018 ini, Mahathir menjadi perdana menteri tertua di dunia karena dilantik di usia 92.
Usia Mahathir Mohamad yg telah berkepala 9, tetapi kelihatan seperti pria 60-70-an tahun membuat banyak orang berdecak kagum. Lalu, apa yg membuat Mahathir tetap sehat?
Rupanya dulu, setelah tidak lagi menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia periode 1981 – 2003, Mahathir tak berhenti beraktivitas. Dia kadang ke sesuatu kota ke kota yang lain sebagai pembicara. Dia juga masih ikut demonstrasi menentang kinerja pemerintahan yg ketika itu tengah berjalan, seperti mengutip Straits Times, Jumat (11/5/2018).
Aneka aktivitas tersebut membuat mentalnya selalu terjaga. Jika berbicara fisiknya yg tetap kelihatan awet muda dan tampak sehat, apa rahasianya?
Kepada Sunday Time dalam wawancara di 2017, Mahathir mengatakan sesungguhnya dia memiliki dua riwayat penyakit.
“Saya tak benar-benar sehat. Saya pernah ada persoalan jantung, pneumonia, dan pernah di suatu periode batuk-batuk sampai paru terinfeksi,” tuturnya.
Walau begitu, ada banyak kebiasaan sehat yg dia lakukan. Salah satunya mengenai kebiasaan makan yg tidak pernah berlebihan dapat jadi yg membuat Mahathir Mohamad panjang umur.
Cara makan meniru monyet yg tak berlebihan
Mahathir mengatakan dia mengikuti cara makan seperti monyet. Ada sebuah studi ketika itu yg mengungkapkan cara makan monyet yg diet rendah kalori mampu membuat panjang umur.
“Saya tak merokok, tak minum (minuman beralkohol), tak makan berlebihan. Saya cuma makan secukupnya,” kata Mahathir.
Mahathir tahu persis, bahwa ada kecenderungan buat orang-orang dengan usia tertentu menjadi gemuk bahkan obesitas.
“Mereka mulai milik perut besar, banyak minum dan makan berlebihan yg membuat kerja jantung jadi berat,” katanya.
Sumber: Liputan6.com [ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

