Banyumas Raya

Jakarta – Pengobatan Skizofrenia sampai ketika ini, belum ada obat buat menangani penyakit tersebut.
Metode pengobatan yg dikerjakan cuma sebatas mengendalikan dan mengurangi gejala pada pasien. Beberapa metode pengobatan tersebut yg dikutip dari siaran pers yg diterima ditinjau dr. Tjin Willy selaku dokter dari ALODOKTER, Jakarta, Senin, (08/07/2019), sebagai berikut.
Obat-obatan buat menangani halusinasi dan delusi, dokter mulai meresepkan obat antipsikotik dalam dosis seminimal mungkin.
Antipsikotik bekerja dengan menghambat efek dopamin dan serotonin dalam otak. Pasien harus tetap mengonsumsi antispikotik buat seumur hidupnya, meski gejala yg dialami telah membaik.
Obat antipsikotik bisa diberikan dalam bentuk tablet atau suntik. Bentuk obat yg diberikan tergantung pada kemauan pasien buat diobati.
Pada pasien yg gampang diatur, dokter mulai memberikan antipsikotik bentuk tablet. Tetapi pada pasien yg sulit diberikan tablet antipsikotik, dokter mulai memberikan antipsikotik macam suntik.
Beberapa efek samping obat antipsikotik yg bisa muncul berat badan bertambah, gairah seks menurun, kejang, mulut kering, penglihatan kabur, pusing, tremor.
Antipsikotik terbagi dalam macam tipikal (generasi lama) dan atipikal (generasi baru).
Saat ini, dokter lebih merekomendasikan antipsikotik atipikal, karena memiliki lebih sedikit efek samping dibanding antipsikotik tipikal.
Beberapa macam antipsikotik tipikal adalah chlorpromazine, fluphenazine, dan haloperidol.
Sedangkan macam antipsikotik atipikal antara yang lain aripiprazole, clozapine, olanzapine, dan risperidone.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

