Kesehatan

Ini Cara Atasi Masalah Gizi Anak

Share
Share

Banyumas Raya

Jakarta – Intervensi gizi dengan Formula Ready to Use Therapeutic Foof (RUTF) mampu menurunkan kejadian balita kurus secara bermakna sebesar 36 persen dan sangat kurus sebesar 58 persen.

Hal tersebut dibuktikan dari hasil penelitian Profesor Riset Bidang Makanan dan Gizi Dr. Astuti Lamid, MCN tentang Pengembangan Formula Ready To Use Therapeutic Food (Rutf) Untuk Penanganan Balita Wasting Di Puskesmas.

RUTF yaitu makanan pemulihan bagi balita sangat kurus (wasting) yg berupa makanan padat, bentuk pasta diperkaya dengan zat gizi berupa vitamin dan mineral. RUTF digunakan dalam program perawatan, baik rawat inap atau rawat jalan, dan bagi balita yg tiba ke pusat pelayanan kesehatan.

Astuti menyampaikan RUTF sudah digunakan di Malawi, Afrika, India dan negara lainnya buat menanggulangi balita sangat kurus.

“Intervensi dengan RUTF bisa menurunkan kejadian balita kurus secara bermakna sebesar 36 persen dan sangat kurus sebesar 58 persen,” katanya, Jakarta, Senin, (17/06/2019).

Keunggulan yang lain RUTF dibandingkan Formula-100 adalah, satu, mengurangi efek pelarutan dengan air sehingga mengurangi risiko tercemar mikroorganisme; dua, zat gizi lengkap karena diperkaya dengan vitamin dan mineral; tiga, yaitu makanan instan yg tak memerlukan preparasi, tahan terhadap pertumbuhan mikroorganisme, dan mampu disimpan lama; empat, densitas energi lebih tinggi dari pada Formula-100.

Uji efikasi RUTF dikerjakan bagi menilai efektivitas pemberian RUTF lokal dalam meningkatkan asupan gizi, status gizi, dan kesehatan balita sangat kurus. Satu paket RUTF lokal per 100 gram diujikan kepada balita sangat kurus di Kabupaten Bogor dan Subang. Setelah 3 bulan terjadi kenaikan status gizi yg signifikan.

Efektivitas RUTF lebih baik dibandingkan Formula100 dalam meningkatkan asupan zat gizi balita sangat kurus. Pengujian dikerjakan dengan pemberian RUTF dan Formula-100, hampir segala asupan zat gizi (Energi, Protein, Vitamin A, Besi dan Zinc) dari RUTF dan Formula-100 pada awalnya kurang dari 70 persen AKG, namun pada akhir penelitian asupan zat gizi meningkat melebihi 100 persen AKG buat zat gizi dari RUTF.

“Dilihat dari rerata asupan vitamin A dan besi, kelompok RUTF lebih tinggi asupannya secara signifikan dibandingkan dengan kelompok Formula-100. Dari aspek penyakit yg dialami balita sangat kurus, penyakit yg dominan diderita adalah ISPA. Penurunan masalah ISPA terbanyak pada kelompok RUTF,” kata Astuti.

Kepatuhan mengonsumsi formula makanan baik Formula-100 dan RUTF lokal hampir sama sekitar 50 – 60 persen.

Keunggulan RUTF lokal yg yang lain adalah cara pemberiannya praktis tak perlu diseduh dengan air panas. Beberapa penelitian di negara Afrika memperlihatkan RUTF berhasil memulihkan status gizi balita kurus maupun balita sangat kurus.

RUTF yg memakai bahan makanan lokal terbukti bisa diterima masyarakat, khususnya keluarga yg mempunyai balita kurus dan sangat kurus. RUTF lokal ini sudah didaftarkan dengan pendaftaran paten Nomor P00201201133: Makanan Terapi Siap Santap (KcHijauNut dan Tempe-Nut) buat penderita gizi buruk dan proses pembuatannya dengan tanggal pendaftaran 6-12-2012.

Bahan baku bagi RUTF lokal dipilih dari dua kacang-kacangan yakni kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, kacang kedele dan hasil fermentasi kacang kedele merupakan tempe. Kacang-kacangan yaitu sumber protein yg murah, gampang di mampu di daerah dan tepat digunakan sebagai makanan tambahan mengatasi kurang gizi yg terjadi pada balita.

Pembuatan RUTF lokal yaitu serangkaian kegiatan dimulai dari menyusun komposisi bahan produk dengan formulasi, mencampur bahan baku sampai pengepakan. Semua bahan pembuatan RUTF lokal tersedia di daerah kecuali vitamin mineral yg yaitu fortifikan yg dibeli dari luar negeri.

Pembuatan RUTF dimulai dengan penepungan kacang-kacangan dan tempe, kemudian disangrai dalam microwave. Bahan dicampur dengan gula pasir, susu skim, vitamin dan mineral. Adonan dihaluskan dengan alat mixer dan ditambahkan minyak sayur yg sudah dihangatkan, sampai menjadi adonan yg kalis, kemudian dikemas dalam plastik.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menyampaikan Prof. Astuti mengatakan orasinya tentang Pengembangan Formula Ready To Use Theurapetic Food (RUTF) Untuk Penanganan Balita Wasting di Puskesmas. Ia mengaku berbahagia dengan pengembangan RUTF berbahan lokal dan sudah diteliti secara komprehensif akan dari formula, pengemasan, ujicoba dan model pemanfaatannya di puskesmas.

“Saya berharap temuan ini mampu dikembangkan dan diadopsi dalam program intervensi gizi balita wasting yg terintegrasi dengan PIS-PK,” kata menkes.
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Share
-Sponsored-
ads image

Hot Topic

EkonomiNasional

Prabowo: 81 Ribu Kopdes Merah Putih Bisa Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...

EkonomiNasional

Jateng Siap Bangun Mega Farm Sapi Perah Terbesar, 710 Hektare dan 30.000 Ekor

Semarang — Jawa Tengah bersiap menghadirkan lompatan besar di sektor ketahanan pangan nasional melalui pembangunan mega farm sapi perah terbesar di Indonesia. Proyek...

EkonomiNasional

Purbaya Tegaskan RI Tak Butuh Bantuan IMF, APBN Diklaim Masih Kuat

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan bantuan dana dari International Monetary Fund (IMF) di tengah ketidakpastian ekonomi global....

EkonomiJawa Tengah

5.503 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Terbangun, Siap Dorong Ekonomi Warga

Semarang — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga April 2026, tercatat 5.503 gedung koperasi telah...

EkonomiNasional

Kontrak Rp10,8 Triliun Digelontorkan, 20.600 Truk Disiapkan untuk Koperasi Merah Putih

Jakarta — Proyek logistik berskala besar mulai digerakkan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Nilainya mencapai Rp10,83 triliun, dengan pengadaan 20.600 unit...

GadgetTeknologi

WhatsApp Segera Rilis Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Nomor HP? Ini Dampaknya!

Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...

EkonomiNasional

27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi April 2026

Jakarta — Pemerintah memastikan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih siap beroperasi pada April 2026. Program ini menjadi langkah...

BanjarnegaraBisnisEkonomi

Banjarnegara Extravaganza 455: Hiburan Rakyat Picu Ledakan Ekonomi Lokal

Banjarnegara — Ribuan warga memadati Alun-alun Banjarnegara pada puncak perayaan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara, Sabtu malam (4/4/2026). Gelaran bertajuk Banjarnegara Extravaganza ini...

Ekonomi

Pemerintah Terapkan WFH satu hari demi hemat BBM, Dinilai Efisiensi Tak Signifikan

Jakarta — Kebijakan pemerintah yang mewacanakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk aparatur sipil negara (ASN), pekerja swasta, hingga pelajar...

EkonomiNasional

‘Senjata’ Prabowo Bidik Ekonomi 8%: MBG, Kopdes Merah Putih hingga 3 Juta Rumah

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% hingga 2029, naik signifikan dari capaian saat ini yang masih berada di...

-Sponsored-
ads image
BisnisEnergiNasional

Viral Curhatan Pelaut RI: Kapal Pertamina di Selat Hormuz Disebut Tanpa Kru WNI Semua Pekerja Dari India

Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...

GadgetTeknologi

WhatsApp Segera Rilis Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Nomor HP? Ini Dampaknya!

Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...

BisnisCilacap

Paragraf Coffee Service, Bisnis Kopi Tanpa Grand Opening, Kenapa Justru Lebih Laris di Cilacap?

Cilacap - Tren baru terlihat di industri kopi lokal. Romi selaku pakar branding usaha di Cilacap kini memilih membuka usaha dengan konsep tanpa...

BanjarnegaraBisnis

Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Petani Banjarnegara Raup Untung dari Panen Melimpah

Banjarnegara — Harga cabai yang melonjak hingga Rp85 ribu–Rp100 ribu per kilogram membawa berkah bagi para petani di Desa Kecitran, Kecamatan Purwareja Klampok,...

BanjarnegaraBisnisEkonomi

Banjarnegara Extravaganza 455: Hiburan Rakyat Picu Ledakan Ekonomi Lokal

Banjarnegara — Ribuan warga memadati Alun-alun Banjarnegara pada puncak perayaan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara, Sabtu malam (4/4/2026). Gelaran bertajuk Banjarnegara Extravaganza ini...

BisnisCilacap

Wisata Petik Melon Premium Organik di Mernek, Maos, Cilacap, Gratis Masuk Saat Lebaran

Cilacap — Alternatif wisata keluarga saat momen Lebaran hadir di Kabupaten Cilacap. Sebuah program wisata petik melon premium organik langsung dari greenhouse digelar...

Bisnis

Alfamart Gandeng Layar Digi Hadirkan Bioskop Mini, Tiket Mulai Rp15 Ribu

Tangerang - Inovasi baru di sektor ritel dan hiburan hadir dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart. Perusahaan ini menggandeng Layar Digi...

BencanaNasional

Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 22 Januari 2026, Gubernur Mualem: Masih Ada Wilayah Terisolasi

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk ketiga kalinya. Perpanjangan ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai...

Related Articles
KesehatanNasional

Pegawai Kopdes Merah Putih Wajib Terdaftar sebagai Peserta BPJS Kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...

KesehatanTeknologi

China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia

China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...

KesehatanNasional

Bahaya Anggur Shine Muscat Lagi Diselidiki, BPOM RI Sarankan Batasi Konsumsinya

Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...

KesehatanNasional

Thailand Temukan Residu Kimia Berbahaya Anggur Muscat China, RI Aman?

Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...