Kesehatan

Ini Alasan Banyak Orang Kurang Tidur

Share
Share

Banyumas Raya

Jakarta – Survei menemukan bahwa 77 persen orang dewasa di dunia, secara aktif sudah mengambil langkah bagi memperbaiki tidur mereka.

Dalam rangka memperingati World Sleep Day yg jatuh setiap tanggal 16 Maret, Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA), mengeluarkan temuan dari survei global tahunannya yg berjudul Better Sleep, Better Health.

A Global Look at Why Were Still Falling Short on Sleep. Survei yg dikerjakan di 13 negara ini mengamati apa yg membuat orang-orang tak mendapatkan tidur yg berkualitas. Sebagai inovator terkemuka dalam perawatan tidur dan pernapasan, Philips bertujuan mendorong adanya kesadaran mulai pentingnya kualitas tidur sebagai pilar kesehatan yg seringkali terlupakan.

Mengutip dari siaran pers, Jakarta, Jumat, (16/03/2018), diperkirakan lebih dari 100 juta orang di semua dunia menderita sleep apnea, 80 persen di antaranya tetap tak terdiagnosa, dan secara global 30 persen orang mengalami kesulitan bagi memulai tidur tanpa terjaga di malam hari.

Tidur yg baik sangat utama buat kesehatan, tapi cuma sepertiga dari orang dengan gangguan tidur yg mencari bantuan tenaga kesehatan profesional. Melalui kolaborasi dengan Richter dan survei tahunannya, Philips ingin menekankan pentingnya tidur berkualitas buat setiap orang di segala dunia.

Survei yg dikerjakan secara online pada bulan Februari oleh Harris Poll atas nama Philips ini, mengulas kebiasaan tidur lebih dari 15.000 orang dewasa di 13 negara (Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Polandia, Prancis, India, China, Australia, Kolombia, Argentina, Meksiko, Brasil dan Jepang), melihat lebih dekat bagaimana tidur diprioritaskan, ditangani, dan dipandang oleh populasi di negara tersebut. Temuan penting meliputi:

1. Kami masih belum memprioritaskan tidur

Di 13 negara ini, survei tersebut menemukan bahwa mayoritas orang dewasa secara global (67 persen) menganggap bahwa tidur berdampak utama buat keseluruhan kesehatan mereka. Namun, saat mereka diminta buat memasukkan kebiasaan tidur sehat sebagai bagian gaya hidup cuma 29 persen yg merasa bersalah tak menjaga kebiasaan tidur yg baik. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan keinginan mereka bagi berolahraga secara rutin 3-4 kali dalam seminggu sebanyak 49 persen dan menjaga makan sehat sebanyak 42 persen.

2. Kami menghadapi hambatan bagi tidur berkualitas – dan dampak dari tidur yg buruk

Enam atau lebih dari 10 orang dewasa (61 persen) di dunia memiliki dua macam persoalan medis yg mempengaruhi tidur mereka. Sekitar seperempat orang dewasa melaporkan insomnia (26 persen) dan 1 dari 5 orang mendengkur (21 persen). Berbagai kekhawatiran membuat lebih dari setengah orang dewasa di dunia terjaga di malam hari dalam 3 bulan terakhir (58 persen), diikuti oleh distraksi dari teknologi (26 persen).

Setelah tidur malam yg tak berkualitas, mereka merasa lelah (46 persen), murung/mudah marah (41 persen), tak termotivasi (39 persen), dan mengalami kesulitan berkonsentrasi (39 persen).

3. Kita mau berupaya

Secara global, tiga perempat orang dewasa (77 persen) sudah coba memperbaiki tidur mereka dengan cara tertentu. Secara kolektif, banyak yg beralih dengan mendengarkan musik yg menenangkan (36 persen) atau mengatur jadwal buat tidur/ bangun mereka (32 persen). Namun, metode berbeda digunakan di tiap-tiap negara. Salah sesuatu metode penting yg digunakan orang dewasa India adalah meditasi (45 persen), sementara salah sesuatu metode teratas yg digunakan oleh orang dewasa Polandia dan Tiongkok adalah dengan meningkatkan kualitas udara mereka (33 persen dan 31 persen).

4. Millenials memiliki pandangan berbeda mengenai tidur

Dari keseluruhan hasil survei global, muncul sesuatu kelompok kecil yg terdiri dari orang dewasa berusia 18-24 tahun. Meskipun cenderung tak memiliki jam tidur yg teratur dibandingkan generasi lainnya (38 persen vs 47 persen berusia 25+), kelompok ini melaporkan bahwa secara rata-rata mereka lebih banyak tidur setiap malam dibandingkan kelompok usia lainnya (usia 18-24 rata-rata 7,2 jam, dibandingkan 6,9 jam pada kelompok usia 25+).

Mereka juga cenderung merasa bersalah seandainya tak secara teratur menjaga kebiasaan tidur yg baik dibandingkan dengan kelompok usia 35+ (35 persen vs 26 persen). Orang dewasa berusia 18-24 tahun juga lebih mungkin bagi coba memperbaiki tidur mereka dibandingkan dengan kelompok usia 25+ (86 persen vs 75 persen).

“Tidur adalah landasan gaya hidup sehat. Seberapa baik dan berapa lama kalian tidur setiap malam sebelumnya adalah variabel paling utama yg mempengaruhi perasaan kami pada hari berikutnya,” kata Dr. David White, Chief Medical Officer, Philips Sleep & Respiratory Care.

“Jadi, tidur yg tak memadai mampu berdampak segera pada kesehatan kita, tak seperti olahraga atau diet. Survei ini memperlihatkan bahwa walaupun mengetahui bahwa tidur itu utama bagi kesehatan secara keseluruhan, banyak orang masih belum memprioritaskannya ketimbang berolahraga atau mengkonsumsi makanan sehat. Semakin kami mengerti bagaimana dampak tidur pada seluruh hal yg kami lakukan, semakin baik kalian menyesuaikan gaya hidup kami dan menemukan solusi yg menolong kami tidur dengan lebih baik,” tambahnya.

Untuk memperbaiki hasil klinis dalam terapi dan perawatan tidur, Philips mengumumkan pembukaan Sleep and Respiratory Education Center pertama di Asia Tenggara di kantor pusat regional, Philips APAC Center, di Singapura. Pusat pedidikan ini bertujuan buat melatih para tenaga kesehatan profesional di semua wilayah Asia Pasifik bagi dapat mendiagnosis dan mengobati gangguan tidur dengan lebih baik.(tka)

Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

Share
-Sponsored-
ads image

Hot Topic

EkonomiNasional

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini, Berikut Dampaknya

JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...

Teknologi

NotePaste: Solusi Berbagi Catatan Online yang Praktis, Cocok untuk Blogger hingga Affiliate Marketing

Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...

EkonomiNasional

Harga Minyakita Segera Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Waktu Dekat

JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...

EkonomiNasional

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibiayai APBN, Pemerintah Sebut untuk Perkuat Ekonomi Desa

JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...

Ekonomi

Rupiah Melemah, Mal dan Kafe Tetap Ramai: Fenomena “Lipstick Effect” Jadi Sorotan Warganet

JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...

EkonomiNasional

Pemerintah Sebut Rekrutmen Besar Kopdes Merah Putih sebagai Investasi SDM Raksasa

JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...

EkonomiNasional

Prabowo: 81 Ribu Kopdes Merah Putih Bisa Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...

EkonomiNasional

Jateng Siap Bangun Mega Farm Sapi Perah Terbesar, 710 Hektare dan 30.000 Ekor

Semarang — Jawa Tengah bersiap menghadirkan lompatan besar di sektor ketahanan pangan nasional melalui pembangunan mega farm sapi perah terbesar di Indonesia. Proyek...

EkonomiNasional

Purbaya Tegaskan RI Tak Butuh Bantuan IMF, APBN Diklaim Masih Kuat

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan bantuan dana dari International Monetary Fund (IMF) di tengah ketidakpastian ekonomi global....

EkonomiJawa Tengah

5.503 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Terbangun, Siap Dorong Ekonomi Warga

Semarang — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga April 2026, tercatat 5.503 gedung koperasi telah...

-Sponsored-
ads image
HukumNasional

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG, Kejagung Tahan Tiga Pejabat

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...

HukumNasional

Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung Sehari Setelah Pimpinan Dadan Hindayana Di Copot

JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...

InternasionalPalestina

Warga Palestina Beri Penghormatan Terakhir untuk Pemimpin Hamas Mohammed Odeh

GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...

Bisnis

Kenangan Coffee Ekspansi ke Taiwan, Resmi Buka Gerai Perdana di Taipei

TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...

BisnisEnergiLingkungan Hidup

Green Jobs: Profesi Masa Depan yang Tak Hanya Cari Uang, Tapi Juga Menyelamatkan Bumi

Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...

BisnisEnergiNasional

Viral Curhatan Pelaut RI: Kapal Pertamina di Selat Hormuz Disebut Tanpa Kru WNI Semua Pekerja Dari India

Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...

GadgetTeknologi

WhatsApp Segera Rilis Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Nomor HP? Ini Dampaknya!

Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...

BisnisCilacap

Paragraf Coffee Service, Bisnis Kopi Tanpa Grand Opening, Kenapa Justru Lebih Laris di Cilacap?

Cilacap - Tren baru terlihat di industri kopi lokal. Romi selaku pakar branding usaha di Cilacap kini memilih membuka usaha dengan konsep tanpa...

Related Articles
KesehatanNasional

Pegawai Kopdes Merah Putih Wajib Terdaftar sebagai Peserta BPJS Kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...

KesehatanTeknologi

China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia

China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...

KesehatanNasional

Bahaya Anggur Shine Muscat Lagi Diselidiki, BPOM RI Sarankan Batasi Konsumsinya

Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...

KesehatanNasional

Thailand Temukan Residu Kimia Berbahaya Anggur Muscat China, RI Aman?

Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...