Banyumas Raya

Banten – Memiliki hunian yg nyaman dan layak huni adalah sebuah modal bagi melakukan kehidupan yg layak dan sehat.
Karena itu, dalam melanjutkan kemitraan dengan Habitat for Humanity, sebuah organisasi global nirlaba dengan misi bagi mengurangi tingkat permukiman yg tak layak huni, Kanmo Group sudah mengumpulkan dana buat menolong memperluas akses ke perumahan yg layak buat mereka yg membutuhkan. Proyek ini mulai dilaksanakan di Mauk, Banten dengan dukungan dari sukarelawan. Kegiatan ini mulai menolong keluarga membangun tempat tinggal yg aman dan layak huni, terlindung dari hal-hal yg membahayakan yg pada akhirnya mulai menolong mereka mempersiapkan masa depan yg lebih baik buat keluarga mereka.
“Salah sesuatu misi kalian adalah keluarga adalah yg utama. Kami memahami pentingnya keluarga sebagai struktur sosial dasar yg mengaitkan kita dan memberi stabilitas. Kami yakin bahwa setiap keluarga berhak mendapatkan tempat tinggal yg layak, tempat yg disebut rumah dan tempat yg bisa memberikan keamanan dan stabilitas untuk orang-orang yg mereka cintai,” kata Hitesh Bharwani, Group Managing Director dari Kanmo Group, baru – baru ini.
Masih menurutnya, fokus utamanya adalah memberikan kontribusi yg berarti bagi meningkatkan kehidupan keluarga dan masyarakat. Program Hope 4 Humanity (H4H) adalah inisiatif tanggung jawab sosial yg sudah mengumpulkan dana melalui gerai-gerai ritel serta kantor.
James Tumbuan, National Director Habitat for Humanity Indonesia mengatakan, “Kami sangat senang buat kemitraan yg berkembang dengan Kanmo Group. Kanmo sudah memberikan dukungan kepada Habitat for Humanity sejak 2013. Tahun ini, melalui program Hope 4 Humanity (H4H), proyek Kanmo Group dan Habitat for Humanity, dua rumah mulai dibangun dengan kisaran 25 hingga 30 meter persegi, dengan beberapa kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi dengan toilet. Blok beton dan papan semen dengan bingkai kayu digunakan di rumah-rumah yg memiliki fondasi slab semen dan atap tanah liat buat melindungi keluarga dari hujan, angina, dan matahari. Kami yakin bahwa keluarga yg tinggal di tempat yg nyaman mampu meningkatkan kehidupan mereka dengan hasil hidup yg lebih sehat dan lebih stabil.”
Perlu diketahui, Indonesia adalah kepulauan paling luas di dunia dengan lebih dari 17.500 pulau. Meskipun pertumbuhan ekonomi yg signifikan, lebih dari 28 juta orang Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan, menurut data Bank Dunia.
Keluarga yg tinggal di perumahan sementara menghadapi kesulitan yg lebih besar di masa krisis ekonomi atau dari bencana alam. Mauk yaitu sebuah desa di tepi pantai, memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di provinsi Banten dan membutuhkan pendanaan buat membangun perumahan yg aman. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

