Banyumas Raya

Jakarta – Sumber daya manusia potensial yaitu aset berharga buat kemajuan Indonesia. Terutama di bidang kesehatan.
Melalui Dexa Award Science Scholarship (DASS) 2019, Dexa Group turut menggerakkan generasi muda Indonesia bagi mengembangkan inovasi riset khususnya di bidang kesehatan.
Dexa Award Science Scholarship (DASS) adalah program beasiswa yg digagas atas ide mulia dari Founder Dexa Group (Alm.) Bapak Rudy Soetikno.
Semangat pengabdian dan kontribusi beliau di bidang kesehatan ingin ditularkan kepada para generasi penerusnya melalui dukungan bagi jenjang pendidikan yg lebih tinggi.
“Sejalan dengan dedikasi perusahaan di bidang farmasi dan kesehatan, Dexa Group turut aktif mendorong inovasi riset bagi kemajuan Indonesia. Dexa Award Science Scholarship ini menjadi salah sesuatu tools buat mengembangkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang inovasi riset yg sejalan dengan core competencies yg Dexa Group miliki yakni resources management, innovation, strategic alliances, and change management, ” kata CEO Dexa Group Bapak Ferry Soetikno dalam sambutannya di acara penganugerahan program beasiswa S2 DASS 2019 di Titan Center, Tangerang Selatan, baru – baru ini.
Acara tersebut dihadiri oleh Co-Founder Dexa Group Ibu Dra. Hetty Soetikno, CEO Dexa Group Bapak Ir. Ferry Soetikno, M.Sc., M.B.A., para dewan juri dan jajaran Direksi Dexa Group, para finalis, dan tamu undangan lainnya.
Adapun para peraih beasiswa DASS 2019 adalah Yesiska K. Hartanti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Rezki dari Universitas Diponegoro, dan Yayan D. Sutarni dari Universitas Sebelas Maret.
Bapak Ferry menekankan pada pentingnya inovasi dan riset dalam mengembangkan dan menciptakan produk farmasi yg berkualitas. Melalui hal itu, perusahaan yg berdiri sejak 50 tahun dulu ini bisa bersaing di pasar domestik dan bahkan merambah hingga pasar global melalui produk-produk unggulan hasil riset dan inovasi anak bangsa.
Hingga ketika ini produk Dexa Group sudah diekspor ke empat benua yakni di Afrika, Amerika, Asia, dan Eropa.
Inovasi riset dan pegembangan Dexa Group di sektor farmasi, sudah dikerjakan di laboratorium Dexa Group oleh para peneliti Indonesia sejak perusahaan didirikan pada 1969.
Sejumlah inovasi riset dan pengembangan tersebut di antaranya menjadi produsen obat generik pertama dari perusahaan farmasi swasta nasional, pengembangan teknologi metformin sustain release, penemuan obat-obatan alam asli Indonesia, memproduksi obat injeksi bentuk lyophilized (powder) pertama di Indonesia, hingga memproduksi tablet cepat larut yakni obat yg meleleh perlahan seandainya diletakkan di bawah lidah karena pengaruh suhu badan.
Menurut Ketua Panitia DASS 2019, Dr. Raymond Tjandrawinata, tingginya antusiasme peserta kelihatan ketika pelaksanaan Dexa Award Science Scholarship 2019, di mana ribuan pendaftar berasal dari 295 kabupaten/kota dan 349 kampus di segala Indonesia.
Sebelumnya, bentuk dukungan Dexa Group terhadap pendidikan tinggi dikhususkan bagi lulusan apoteker dan sudah berlangsung selama 10 tahun. Sejak 2018, bentuk dukungan Dexa Group terbuka lebih luas melalui Dexa Award Science Scholarship. Hingga ketika ini Dexa Group sudah memberikan dukungan pendidikan sedikitnya bagi 3.000 beasiswa akan tingkat pendidikan dasar hingga jenjang S2.
Dalam program beasiswa DASS, mahasiswa bisa mengajukan proposal penelitian dari beragam latar belakang keilmuan yg terkait dengan kesehatan, yg hasil akhirnya nanti mampu diaplikasikan bagi kesehatan masyarakat.
Terhadap proposal yg diajukan dan terpilih sebagai pemenang, Dexa Group mulai memberikan apresiasi beasiswa atau biaya riset hingga total Rp 1 miliar dan bebas memilih kampus S2 terakreditasi A di segala Indonesia.
Rangkaian program beasiswa DASS 2019 dimulai dari pengumuman pendaftaran dan pengumpulan proposal yg berlangsung pada 1 Februari 2019 hingga 15 April 2019. Dari program Dexa Award Science Scholarship sudah bisa menjaring 1.664 pendaftar selama 8 minggu batas waktu pengumpulan proposal ditutup.
Ribuan pendaftar tersebut berasal dari 34 provinsi, 295 kabupaten/kota, dan 349 kampus di semua Indonesia. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

