Banyumas Raya

Jakarta – Empat pilar utama bagi para penderita diabetes agar mampu tetap berpuasa. Penasaran seperti apa?
Empat pilar tersebut adalah edukasi, pemahaman yg menyeluruh mengenai penyakit diabetes. Kedua, pengaturan makan dengan jumlah yg telah ditentukan serta menghindari makan berlebihan dan berlemak tinggi.
Ketiga, melakukan kegiatan jasmani secara rutin yg mampu dikerjakan sehari-hari misalnya berjalan kaki, memakai tangga, bersepeda, dan berenang. Keempat adalah terapl farmakologl yg terdiri dari obat oral dan bentuk suntikan. Tujuan tatalaksana pasien diabetes in! adalah menolong menurunkan kadar glukosa darah menjadi normal atau mendekati normal, sehingga mencegah terjadinya komplikasi pada pasien.
“Di Indonesia, Novo Nordisk berkomltmen buat mendorong perubahan bagi mengatasi penyakit diabetes. Kami memiliki tujuan buat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengelola diabetes selama bulan puasa, dengan berbagl pengetahuan mengenai bagaimana pasien-pasien tersebut blsa menjalankan puasa dengan tetap mengontrol gula darah. Di tahun sebelumnya kalian juga sudah dalam bekerja sama dengan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Asoslasl Endokrinologl Indonesia (PERKENI), dan media menghadirkan kampanye “Diabetes dan Ramadan” bagi memberikan edukasl kepada masyarakat tentang cara mengelola diabetes selama bulan puasa buat menghindari komplikasi,” ungkap Banarsono Trimandojo, Direktur Market Access, Public Affairs PT Novo Nordisk Indonesia, Jakarta, Kamis, (09/05/2019).
Edukasi mengenai tata cara berpuasa bagi pasien diabetes tipe 2 sangat utama khususnya buat mereka yg hidup di perkotaan, terutama dengan adanya penelitian Riskesdas 2018 yg memperlihatkan bahwa DKI Jakarta kini menempati peringkat pertama sebagal kota dengan prevalensi diabetes melitus tertinggi di Indonesia.
“Di kota besar seperti Jakarta, salah sesuatu penyebab penting tingginya resiko diabetes adalah gaya hidup masyarakat yg kurang sehat. Selaln itu, meski angka penderita diabetes selalu meningkat, masih banyak penderita diabetes yg tak terdlagnosa karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang diabetes dan penganananya. Oleh karena itu, Pemerintah memutuskan empat pilar pengendalian diabetes sebagai usaha buat meningkatkan kesadaran masyarakat bagi mengubah pola hidup menjadl leblh sehat, dengan berhenti merokok, perbanyak konsumsl sayur dan buah, rutin olahraga, serta memeriksakan kesehatan darah secara rutin dl fasilitas kesehatan,” kata dr. Dwi Oktavia T.L. Handayani, M. Epid, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sudah menandatangi MOU Cities Changing Diabetes (CCD) yg bekerja sama dengan Kedutaan Besar Denmark dan Novo Nordisk Indonesia bagi menekan pertumbuhan prevalensi diabetes.
Program Ini memillki tlga elemen yg sallng berkaitan, merupakan memetakan persoalan diabetes, mendorong tlndakan nyata dan membagikan pengalaman dari solusi nyata yg telah berhasil dikerjakan buat memberikan Inspirasi buat kota-kota yang lain di segala dunia.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

