Banyumas Raya

Jakarta – Belakangan semakin meningkatnya perkara penyakit tak menular. Salah satunya adalah Kanker.
Hal tersebut seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan kanker usus besar serta penyakit yg berhubungan dengan gaya hidup, maka permintaan terhadap pelayanan kesehatan dengan standar yg berkualitas juga semakin tinggi.
Untuk mengatasi Hal tersebut, CT scan dosis rendah (Low Dose Computed Tomography atau LDCT) sebagai alat deteksi dini kanker paru-paru yg bisa mendeteksi kelainan paru secara efektif dapat menjadi salah sesuatu cara mengatasi persoalan penyakit paru.
“Penelitian terbaru yg dikerjakan di Eropa (percobaan NELSON) memperlihatkan bahwa skrining LDCT memiliki manfaat lebih besar dan mengurangi kematian akibat kanker paru-paru sebesar 26 persen pada pria dan hingga 61 persen pada wanita,” ujar Direktur Omni Hospitals Group dr Num Tanthuwanit, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (09/07/2019).
Berdasarkan data WHO, Profil Kanker di Indonesia pada tahun 2014, 21,8 persen kematian akibat kanker pada pria (total 103.000 kematian) dan 9,1 persen pada wanita (total 92.200 kematian) terutama berhubungan dengan kanker paru-paru.
Sementara itu, statistik 2018 dari WHO memamerkan bahwa ada 61,4 juta perokok aktif di Indonesia.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

