Banyumas Raya

Jakarta – Senantiasa menghirup asap rokok secara pasif mampu meningkatkan risiko seseorang buat terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen.
Selain itu, perokok pasif juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner mampu menyebabkan serangan jantung, nyeri dada, dan gagal jantung.
“Asap rokok yg dihirup juga mampu menyebabkan adanya pengerasan arteri, atau yg disebut dengan aterosklerosis,” yg dikutip dari siaran pers yg ditinjau dari dr. Kevin Adrian selaku dokter dari ALODOKTER, Jakarta, Jumat, (12/07/2019).
Hal ini bisa disebabkan oleh lemak, kolesterol, dan zat lainnya (seperti bahan kimia pada rokok) yg terbentuk di dinding arteri. Pengerasan pembuluh darah mampu menyebabkan penyempitan arteri dan menghalangi aliran darah.
Dampak kesehatan akibat rokok yaitu persoalan yg terjadi secara global. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat lebih dari 7 juta kematian terjadi akibat penyakit yg ditimbulkan oleh asap rokok setiap tahunnya. Sekitar 890.000 masalah kematian tersebut terjadi pada perokok pasif di semua dunia.
Ketika dihembuskan oleh perokok, asap rokok tak hilang begitu saja. Asap rokok bisa bertahan di udara hingga 2,5 jam. Asap rokok mulai tetap ada meskipun tak terdeteksi oleh indera penciuman maupun penglihatan Anda. Hal ini juga berlaku di tempat tertutup yg tak luas, seperti di dalam mobil. Bahkan, asap rokok mungkin masih ada dalam jumlah besar meski orang tersebut sudah berhenti merokok.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

