Banyumas Raya

Kanker melanoma yaitu salah sesuatu sesuatu macam kanker paling mematikan. Penyakit ini jugalah yg merenggut nyawa menantu dari politikus Hatta Rajasa, Adara Taista.
- Mengapa badan penderita kanker jadi kurus?
- Kenali penyebab dan gejala kanker yg renggut nyawa Adara Taista
- Kuku hitam mampu jadi pertanda datangnya kanker kulit?
Sama seperti macam kanker lainnya, tak ada cara yg pasti bagi mencegah perkembangan melanoma. Beberapa faktor risiko seperti usia, macam kelamin, ras, dan riwayat keluarga tak dapat dikontrol.
Namun, mengutip American Cancer Society, Selasa (22/5/2018), dua hal ini mampu dikerjakan bagi menurunkan risiko terkena melanoma dan kanker kulit lainnya.
1. Batasi paparan pada sinar ultraviolet
Sinar ultraviolet (UV) yaitu faktor risiko penting dari kanker kulit. Karena itu, lindungilah tubuh terpapar sinar ini.
Carilah tempat yg teduh, gunakan tabir surya, topi dan kacamata hitam bagi melindungi kulit sensitif. Hindari juga cahaya buatan dari tanning bed atau sunlamps.
Anak-anak juga harus mendapat perhatian khusus seandainya menghabiskan waktu di luar rumah. Orangtua dan pengasuh harus mampu melindungi mereka dari paparan sinar matahari berlebihan dengan berbagai cara di atas.
2. Perhatikan tahi lalat yg tak normal
Periksalah kulit secara teratur seandainya menemukan tahi lalat baru yg tak biasa atau berkembang. Menunjukkannya pada dokter mampu mencegah kanker kulit bertambah parah dan lebih mungkin diobati.
Beberapa melanoma mampu berkembang dari tahi lalat, tetapi sebagian juga tidak.
3. Perkuat sistem kekebalan tubuh
Sistem kekebalan tubuh yg lemah dapat meningkatkan risiko terkena melanoma serta kanker kulit lainnya. Karena itu, jagalah agar tubuh tetap memiliki kekebalan yg dapat melawan penyakit.
Beberapa orang harus minum obat buat menekan sistem kekebalan mereka. Termasuk orang yg pernah melakukan transplantasi organ atau dengan autoimun.
Sumber: Liputan6.com [ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

