Home Ekonomi Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus “8+4+5”, Upaya Dongkrak Ekonomi di Tengah Lesunya Permintaan
Ekonomi

Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus “8+4+5”, Upaya Dongkrak Ekonomi di Tengah Lesunya Permintaan

Share
Share
Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan paket stimulus ekonomi baru dengan sandi “8+4+5” sebagai respons atas tekanan ekonomi dan berbagai tuntutan publik yang mengemuka beberapa waktu terakhir. Paket kebijakan yang terdiri dari 17 program ini dirancang untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 dan 2026, serta fokus pada penyerapan tenaga kerja. Langkah paling menonjol dari paket ini adalah gebrakan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa yang menggelontorkan likuiditas sebesar Rp 200 triliun ke dalam sistem perbankan milik negara.
Menteri Keuangan Purbaya menjelaskan, dana sebesar Rp 200 triliun tersebut telah ditempatkan di bank-bank himbara (Himpunan Bank Milik Negara) per hari Jumat. Tujuan utamanya adalah untuk membanjiri sistem keuangan dengan likuiditas agar biaya dana (cost of money) menurun. “Saya duga bank BUMN pusing mau menyalurkan ke mana, tapi saya pikir dengan cara itu paling enggak kalau mereka belum bisa menyalurkan karena mereka punya uang lebih, dia enggak akan perang bunga lagi. Bunga akan cenderung turun,” ujar Purbaya.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap bunga pinjaman dan bunga deposito dapat menurun, sehingga masyarakat yang memiliki uang tidak ragu untuk berbelanja, dan pengusaha yang ingin meminjam dana dari bank juga tidak ragu untuk melakukan ekspansi usaha.
Purbaya optimistis bahwa dampak dari gelontoran likuiditas ini akan mulai terasa dan mempercepat laju ekonomi dalam waktu enam bulan ke depan. Ia juga memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan negara, karena cadangan dana pemerintah di bank sentral berada di atas angka tersebut.
Rincian 17 Jurus Stimulus Ekonomi
Paket stimulus “8+4+5” ini merupakan respons pemerintah atas gejolak demonstrasi dengan tuntutan “17+8” serta “tujuh desakan aliansi ekonom”. Secara spesifik, paket ini dibagi menjadi tiga pilar utama:
1. Delapan Program Akselerasi Ekonomi 2025:
Pilar pertama ini mencakup program magang, perluasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang ditanggung pemerintah (DTP), bantuan pangan, diskon iuran BPJS Jamsostek, program perumahan padat karya, percepatan deregulasi, dan program perkotaan
.
2. Empat Program Lanjutan 2026:
Pilar kedua berfokus pada keberlanjutan stimulus, yang terdiri dari perpanjangan PPh Final, stimulus pendapatan bagi pekerja di sektor pariwisata, stimulus untuk pekerja di industri padat karya, serta diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja bukan penerima upah
.
Sektor pariwisata, khususnya hotel, restoran, dan kafe (HOREKA), mendapat perhatian khusus karena sedang mengalami tekanan. Pemerintah menargetkan 482.000 pekerja pariwisata dapat menerima manfaat tambahan sebesar Rp 60.000 hingga Rp 400.000 per orang untuk menjaga daya beli.
3. Lima Program Penyerapan Tenaga Kerja:
Pilar ketiga merupakan program andalan untuk menciptakan lapangan kerja, yang meliputi Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak di Pantura, modernisasi kapal nelayan, dan program perkebunan rakyat
.
Untuk mendorong program Koperasi Desa Merah Putih, Menkeu Purbaya memberikan insentif khusus bagi perbankan. Bank yang menyalurkan likuiditas Rp 200 triliun tersebut ke koperasi ini akan mendapatkan diskon bunga dari pemerintah, dari sekitar 4% menjadi hanya 2%
.
Respons Positif Namun Dianggap Minimal
Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai bahwa penyusunan paket stimulus dengan kode angka “8+4+5” merupakan cara menarik dari pemerintah untuk seolah-olah merefleksikan desakan dari masyarakat dan para ekonom. Namun, ia menggarisbawahi bahwa isi dari paket ini belum sepenuhnya menjawab seluruh tuntutan yang ada.
“Ini merupakan gester yang positif dari pemerintah bahwa pemerintah mendengar. Tetapi perlu saya garis bawahi, untuk yang terkait dengan ekonomi, beberapa sudah coba direspon walaupun masih sangat minimal,” kata Wijayanto.
Menurutnya, beberapa poin tuntutan yang direspons antara lain reformasi pajak yang adil melalui diskon pajak, kebijakan ketenagakerjaan melalui program penyerapan kerja, perbaikan alokasi anggaran untuk mengurangi ketimpangan, serta deregulasi kebijakan.
Namun, ia menegaskan bahwa semua itu sifatnya masih temporer dan belum mencukupi. Ia berharap akan ada program yang lebih masif ke depannya, terutama yang terefleksi dalam revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Gaya Agresif Purbaya dan Dilema Pertumbuhan
Langkah Menteri Keuangan Purbaya dinilai menandai sebuah era baru yang lebih agresif, berbeda dengan pendekatan “pruden dan disiplin” yang diusung oleh Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani, selama 10 tahun terakhir.
Wijayanto melihat Purbaya ingin melakukan sebuah gebrakan dengan menggelontorkan likuiditas, sebuah ide yang sebenarnya sudah pernah muncul di era pemerintahan Jokowi jilid pertama namun tidak mendapat cukup dukungan.
Namun, kebijakan ini bukannya tanpa risiko. Wijayanto mengingatkan bahwa masalah utama perekonomian saat ini bukanlah kurangnya likuiditas di perbankan, melainkan lemahnya permintaan (demand). Sektor usaha, termasuk UMKM, cenderung menahan ekspansi karena situasi ekonomi yang dianggap belum kondusif.
“Yang dikhawatirkan justru growth tidak terjadi, tetapi prudensial fiskal itu sedikit kendor,” tegasnya. Dengan nilai paket yang disebut hanya sekitar Rp 16 triliun, dampaknya terhadap pertumbuhan maupun stabilitas dianggap sangat minimal.
Meskipun demikian, ia menyoroti komponen “plus 5” dari paket tersebut sebagai hal yang menarik, karena menyasar langsung kelompok masyarakat yang selama ini tertinggal, seperti nelayan dan petani.
Transmisi Kebijakan dan Kunci di Tangan Presiden
Salah satu keunggulan dari beberapa program dalam paket ini adalah kecepatannya untuk menetes langsung ke masyarakat (akar rumput). Program seperti potongan pajak, insentif, dan proyek padat karya (perbaikan rumah, jalan, dan irigasi) diyakini dapat langsung menciptakan lapangan kerja dan daya beli tanpa melalui proses tender yang panjang.
Wijayanto menekankan bahwa program-program ini bersifat produktif, bukan sekadar konsumtif, karena meningkatkan produktivitas masyarakat dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, keberhasilan implementasi 17 program ini sangat bergantung pada kemauan politik (political will), tidak hanya dari para menteri terkait, tetapi juga dari pimpinan tertinggi, yaitu Presiden. Wijayanto berpendapat, political will paling utama datang dari Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyarankan agar beberapa program utama presiden yang membutuhkan anggaran masif, seperti 80.000 Koperasi Merah Putih dan 3 juta rumah untuk rakyat, dapat dikalibrasi ulang skalanya. Menurutnya, langkah ini dapat menciptakan ruang fiskal (fiscal space) yang lebih sehat tanpa perlu melakukan manuver-manuver kreatif yang berisiko di masa depan.
“Kita harus pahami bahwa Pak Prabowo itu akan memimpin 5 tahun ke depan, bahkan 10 tahun, sehingga menurut saya tidak ada urgensinya untuk digeber di awal kalau ini menimbulkan masalah di tempat lain,” tutupnya, seraya menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ketimbang sekadar fokus pada angka
Share
-Sponsored-
ads image
-Sponsored-
ads image

Hot Topic

EkonomiNasional

Kolaborasi Kemenpar-Kemenkop Percepat Pendirian Kopdes Merah Putih di Desa Wisata

Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) guna mempercepat pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih)...

EkonomiNasional

BUMDes vs Koperasi Desa Merah Putih: Ini Perbedaan, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Warga Desa

Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat desa. Ribuan koperasi jenis baru ini mulai berdiri...

EkonomiNasional

Pemerintah Siapkan Enam Proyek Strategis Bernilai Rp101,5 Triliun Mulai Dibangun Februari 2026

Hilirisasi 2.0: Prabowo Bidik Groundbreaking 6 Proyek Strategis USD 6 Miliar pada Februari 2026 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto resmi "tancap gas" dalam mengakselerasi...

EkonomiNasional

Kaleidoskop APBN 2025: Ekonomi Indonesia Tetap Ekspansif di Tengah Gejolak Global

Tahun 2025 resmi berakhir dengan capaian positif bagi perekonomian nasional. Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, fundamental ekonomi Indonesia terbukti tetap resilien...

EkonomiNasional

Purbaya Tegaskan Sebagian Dana Desa Ditahan untuk Pembiayaan Kopdes Merah Putih

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa sebagian Dana Desa Tahap II Tahun 2025 ditahan pemerintah pusat untuk mendukung pembiayaan program Koperasi Desa/Kelurahan...

EkonomiNasional

Dana Desa 2026 Fokus Untuk BLT & Kopdes Merah Putih

Pemerintah resmi menetapkan arah kebijakan penggunaan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) atau Dana Desa untuk tahun anggaran 2026. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan...

EkonomiNasional

Menkop Ferry Luncurkan 10 Gerai Obat Kopdes Merah Putih Lewat Kemitraan BUMN dan Swasta

Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, meresmikan 10 titik percontohan Gerai Obat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel) sebagai langkah awal penguatan peran koperasi...

EkonomiNasional

Dana Desa 2026 Resmi Dukung Koperasi Desa Merah Putih, Ini Skema dan Alokasinya

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi mengarahkan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden...

EkonomiNasional

Kopdes Merah Putih Dorong Inklusi Ekonomi Akar Rumput

Program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Kehadiran koperasi ini...

EkonomiNasional

Anggaran Pembangunan Setiap Gerai Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp1,6 Miliar? Ini Penjelasannya

Pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia. Aktivis antikorupsi Madiun Raya, Dimyati Dahlan, menyoroti...

-Sponsored-
ads image
BencanaNasional

Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 22 Januari 2026, Gubernur Mualem: Masih Ada Wilayah Terisolasi

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk ketiga kalinya. Perpanjangan ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai...

NasionalOtomotif

Investasi Awal Rp 4,8 Triliun, VinFast Resmikan Operasi Pabrik EV di Subang, Perkuat Ambisi Indonesia Jadi Pusat Industri Kendaraan Listrik Global

JAKARTA – Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, resmi mengoperasikan pabrik kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Subang, Jawa Barat, Jumat (9/1/2026). Beroperasinya pabrik...

KriminalNasional

Konten kreator dan aktivis pengkritik penanganan bencana diteror, pemerintah tepis dugaan batasi kritik publik

Sejumlah kreator konten dan aktivis mengaku mengalami teror dan ancaman pembungkaman dalam waktu yang hampir bersamaan. Organisasi masyarakat sipil menilai fenomena ini sebagai...

BencanaNasional

1.112 Orang Tewas Akibat Bencana Sumatera, Terbanyak di Aceh

Jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Selasa (23/12/2025),...

InternasionalPalestina

PBB: 1,6 Juta Warga Palestina Alami Kelaparan Akut

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan bahwa krisis kelaparan di Jalur Gaza masih berada pada tingkat kritis, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan...

InternasionalPalestina

Pakar militer: Pemboman harian Israel atas Gaza bersifat sistematis

Pakar militer dan strategi, Kolonel (Purn) Hatem Karim Al-Falahi, menegaskan bahwa Israel terus melakukan apa yang ia sebut sebagai “arogansi militer” di Jalur...

Bencana

Banjir di Wisata Air Panas Guci Tegal, Pancuran 13 Lenyap

Pemandangan memilukan terjadi di kawasan wisata andalan Kabupaten Tegal, Pemandian Air Panas Pancuran 13 Guci. Destinasi yang biasanya ramai oleh wisatawan itu mendadak...

NasionalProperti

Prabowo Tambah Anggaran Perumahan Rp 10 Triliun, Targetkan Bedah Rumah 400 Ribu Unit

Presiden RI Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya untuk memberikan akses perumahan kepada seluruh elemen masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menaikkan anggaran sektor...

Related Articles
EkonomiNasional

Kolaborasi Kemenpar-Kemenkop Percepat Pendirian Kopdes Merah Putih di Desa Wisata

Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Kementerian Koperasi...

EkonomiNasional

BUMDes vs Koperasi Desa Merah Putih: Ini Perbedaan, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Warga Desa

Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) belakangan menjadi perbincangan hangat...

EkonomiNasional

Pemerintah Siapkan Enam Proyek Strategis Bernilai Rp101,5 Triliun Mulai Dibangun Februari 2026

Hilirisasi 2.0: Prabowo Bidik Groundbreaking 6 Proyek Strategis USD 6 Miliar pada...

EkonomiNasional

Kaleidoskop APBN 2025: Ekonomi Indonesia Tetap Ekspansif di Tengah Gejolak Global

Tahun 2025 resmi berakhir dengan capaian positif bagi perekonomian nasional. Di tengah...

https://whatfingernewspro.com/ https://cafelafleur.net/ https://gaziantepekspres.org/ https://emptycars.com/ https://whatfingernewspro.com/category/lifestyle/ https://whatfingernewspro.com/category/mis-webmail/ https://cafelafleur.net/lunch-menu/ https://whatfingernewspro.com/styling-t-shirt-with-long-sleeves-for-winters/ https://cafelafleur.net/dinner-menu/ https://cafelafleur.net/about/ https://smkpn2-tgm.sch.id/ https://banyumasraya.com/ https://dreamworldinternational.id/ https://kls.edu.np/ https://smkyuppentek2.sch.id/ https://smk-yuppentek2.sch.id/ https://mtssahabatcendikia.sch.id/ https://usxiitapanuli.ac.id/ https://polidewa.ac.id/ https://smkpelayaransamuderacilacap.sch.id/ https://banyubersih.com/ https://rumahproperty.co.id/ https://sarwono.my.id/ https://maalmasthuriyah.sch.id/ https://pustakailmu.co.id/ https://smkpn2-tgm.sch.id/blog/ https://stiskebumen.ac.id/ https://staialmasthuriyah.ac.id/ https://sman4payakumbuh.sch.id/ https://babon88manis.store/ https://adipala.com/ https://otocorner.com/ https://rumahcantik.co.id/ https://rumahsehat.co.id/ https://kosofelga.lg.gov.ng/page-service/ https://pusathandicraft.com/ https://nayaraland.id/