Pemerintah menargetkan pembangunan Jalan Tol Pejagan–Cilacap sepanjang 95,3 kilometer akan dimulai pada tahun 2029.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, optimistis, Banyumas Cilacap akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah setelah akses jalan tol itu terwujud.
Tol Pejagan-Cilacap, proyek strategis nasional (PSN) bakal menjadi jalur penting yang menghubungkan wilayah barat Jawa Tengah, sekaligus mempercepat arus logistik dari Pantura menuju selatan Jawa.
Bupati Banyumas mengatakan, dua investor asal Guanxi (China) dan Dubai telah menyatakan minat menanamkan modalnya dalam proyek tersebut. “Namun salah satu yang paling antusias adalah investor dari Guanxi, Banyumas bakal jadi pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru,”” kata Sadewo.
“Kalau jalan tol sudah terealisasi, kawasan industri dan investasi di Banyumas akan semakin diminati. Apalagi biaya hidup di sini relatif rendah dan masyarakatnya ramah,” ujar Sadewo dalam acara Media Gathering Sinergitas Pemkab Banyumas dengan Insan Media, Rabu (29/10/2025) malam
Tol Pejagan – Cilacap akan dibangun dalam lima seksi, yakni:
– Dua seksi di Kabupaten Brebes,
– Dua seksi di Kabupaten Banyumas (meliputi Interchange Ajibarang dan Wangon),
– Satu seksi di Kabupaten Cilacap (Interchange Ledeng).
– Pemerintah akan menentukan seksi yang paling siap dikerjakan terlebih dahulu setelah hasil kajian teknis rampung.
Nilai Investasi Capai Rp27 Triliun Nilai investasi proyek Tol Pejagan–Cilacap diperkirakan mencapai Rp27 triliun, belum termasuk biaya pembebasan lahan yang diproyeksikan sekitar Rp300 miliar per kilometer.
Pemerintah Kabupaten Banyumas saat ini juga tengah menyiapkan kerja sama strategis dengan sejumlah investor untuk memperluas kawasan industri yang ditargetkan selesai pada tahun 2030.
Sadewo menjelaskan, berdasarkan studi Bappenas halaman 31, Tol Pejagan–Cilacap telah resmi masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan memperkuat konektivitas ekonomi di wilayah barat Jawa Tengah.
“Pembangunan tol ini bukan hanya infrastruktur, tapi momentum untuk memperluas lapangan kerja dan mempercepat pemerataan ekonomi. Syarat utama kemajuan itu akses dan industri, dan dua-duanya akan hadir lewat proyek ini,” ujarnya.
Dukungan Fiskal dan Optimisme Daerah Meski kondisi keuangan daerah belum sepenuhnya stabil, Sadewo memastikan pembangunan Banyumas tetap berjalan.
Hal itu ditopang oleh dukungan dana APBD Provinsi Jawa Tengah yang cukup besar untuk infrastruktur dan peningkatan konektivitas daerah. Ia meyakini, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta akan menjadi kunci mempercepat realisasi proyek tol ini. “Dengan dukungan fiskal dan infrastruktur yang kuat, Banyumas akan menjadi magnet baru bagi investor,” tegasnya.***

