Hujan deras yang mengguyur wilayah Brebes bagian selatan selama kurang lebih tiga jam pada Kamis (1/1/2026) mengakibatkan ruas jalan poros Bangbayang–Cilinduk di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, ambles hingga kedalaman sekitar satu meter.
Peristiwa tersebut menyebabkan akses utama menuju Dukuh Cilinduk, Desa Jipang, terputus total. Ratusan warga terancam terisolasi karena ruas jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur kendaraan bermotor yang menghubungkan permukiman warga dengan wilayah sekitarnya.
Amblesnya badan jalan terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung di kawasan Bantarkawung dan sekitarnya. Kondisi tanah yang labil tidak mampu menahan derasnya aliran air, sehingga jalan runtuh sepanjang kurang lebih 30 meter.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas warga terhenti. Jalur ekonomi, pendidikan, hingga akses darurat kesehatan tidak dapat dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Menindaklanjuti kejadian itu, Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Sudono, SH, bersama jajaran UPT Pekerjaan Umum (PU) Wilayah Bantarkawung, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi kerusakan pada Jumat (2/1/2026).
“Jalan penghubung Dukuh Cilinduk dengan Desa Bangbayang ini benar-benar lumpuh total. Kondisinya sangat berbahaya dan sama sekali tidak bisa dilewati,” ujar Sudono saat berada di lokasi.
Sebagai langkah awal, Sudono mendorong dilakukannya penanganan darurat berupa perbaikan sementara secara manual dengan melibatkan swadaya masyarakat, agar akses terbatas dapat dibuka bagi warga yang memiliki kebutuhan mendesak.
Sementara itu, warga Dukuh Cilinduk bersama relawan kebencanaan bergerak cepat melakukan pengurugan darurat menggunakan material seadanya, sembari menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah daerah.
Di sisi lain, UPT PU Wilayah Bantarkawung telah melakukan pendataan dan inventarisasi kerusakan sebagai dasar penentuan langkah teknis berikutnya. Kepala UPT PU Bantarkawung, Siswanto, menyebutkan bahwa kejadian ambles di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi.
“Struktur tanah di kawasan ini memang sangat labil. Diperlukan kajian teknis yang menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan di wilayah Brebes masih tergolong tinggi.
“Kami meminta warga tidak memaksakan diri melintasi lokasi ini demi keselamatan bersama,” pungkas Siswanto.


