Suasana Pendopo Si Panji, Purwokerto, terasa sarat semangat baru pada hari pertama tahun 2026, Kamis (1/1/2026). Di hadapan 159 pejabat yang baru dilantik, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono tidak sekadar memimpin pengambilan sumpah jabatan, tetapi juga menyampaikan pesan tegas yang menjadi penanda arah baru birokrasi Banyumas.
Momentum pelantikan yang bertepatan dengan penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru ini, menurut Sadewo, tidak boleh berhenti sebatas seremonial pergantian jabatan. Ia menegaskan bahwa perubahan struktur harus diikuti dengan perubahan cara kerja agar roda pemerintahan bergerak lebih cepat dan responsif.
Dalam arahannya, Bupati Sadewo menyampaikan sejumlah pesan penting yang wajib menjadi pedoman para pejabat, baik Pimpinan Tinggi Pratama maupun Pejabat Administrasi, dalam menjalankan tugas ke depan.
Pesan pertama menyoroti pola kerja birokrasi yang selama ini dinilai lamban dan berbelit. Sadewo meminta para pejabat meninggalkan budaya kerja lama yang kaku dan tidak adaptif. Ia menekankan bahwa pelayanan publik yang rumit dan memakan waktu sudah tidak relevan dengan tuntutan masyarakat saat ini.
“Penataan organisasi ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi ikhtiar bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien. Tujuan akhirnya adalah peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah,” tegasnya.
Pesan kedua berkaitan dengan kemampuan beradaptasi. Sadewo menegaskan tidak ada ruang untuk menunda atau berlama-lama menyesuaikan diri. Setiap pejabat diminta segera memahami tugas dan fungsi barunya serta langsung bekerja secara optimal sejak hari pertama.
Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang menuntut respon cepat dan kesiapan penuh, bukan alasan untuk menunggu atau beradaptasi terlalu lama.
Sementara itu, pesan ketiga menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah. Sadewo menilai ego sektoral kerap menjadi penghambat utama kinerja birokrasi. Karena itu, ia mendorong seluruh pejabat untuk bekerja secara lincah, terbuka, dan saling melengkapi.
“Jadilah pemimpin yang lincah agar organisasi mampu merespons persoalan secara cepat dan progresif. Hilangkan sekat-sekat ego sektoral antarperangkat daerah, sehingga pembangunan berjalan dalam satu irama,” ujarnya.
Melalui perubahan SOTK dan pelantikan 159 pejabat tersebut, Bupati Sadewo berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas mampu bergerak lebih gesit dan efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Momentum awal tahun ini diharapkan menjadi titik balik bagi birokrasi Banyumas agar semakin sigap, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.


