Banyumas Raya

Selain sederet prestasi gemilang yg pernah ditorehkannya di dunia perfilman Tanah Air, narkoba, pernah menjadi salah sesuatu bagian masa dulu dari seorang Roy Marten. Sebagai artis yg bolak-balik masuk penjara karena narkoba hingga akhirnya terlepas, ia pun memberikan komentarnya mengenai para artis Indonesia yg belakangan ini menjadi sorotan setelah tertangkap bersama obat-obatan terlarang.
- Asyik foto dengan ponsel di dalam tahanan, Jennifer Dunn kena sanksi
- Bukan ditangkap, Cupi Cupita sowan ke bnn karena ingin jadi relawan anti-narkoba
- Faktor kesehatan, kakak Dhawiya ditempatkan di ruangan khusus
“Ada keterangan yg layak yakin ada target 500 artis lagi jadi target. Saya milik pengalaman pahit dalam kesempatan ini aku sarankan dan aku bicara sama adik-adik aku pada junior kalau kami masih make. Nggak ada jalan yang lain kecuali mundur dan berhenti make. (Narkoba) Penyakit masyarakat zaman modern, aku pernah mengalami. Narkoba pasti lingkungan. Hayo dong mencoba pasti caranya jangan ngumpul,” ujar Roy Marten, ketika ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jum’at (2/3).
Seperti yg disebutkan sebelumnya, Roy Marten pun mencatat seandainya lingkungan berperan besar bagi menjadi jembatan para artis dan masyarakat menuju jurang narkoba. Mengingat ia pernah kehilangan banyak hal berharga dalam hidupnya karena narkoba, aktor 66 tahun itu menegaskan seandainya narkoba cuma membawa kerugian.

“Cari temen yg nggak make. Jangan bawa uang berlebihan kalau nggak milik uang kami nggak bakal ditawarin, jangan ngumpul aja intinya. Narkoba ada banyak macam yg ingin sampaikan yg putao pasti mati yg sabu akibat lama dapat jadi gila. rugi finance mahal banget kedua kalian kehilangan komitmen kehilangan pekerjaan kehilangan keluarga banyak hal negatif karena narkoba kerugiannya terlalu besar. Pilihannya, lo harus berhenti sekarang,” lanjutnya.
Dengan pengalamannya bersama narkoba di masa lalu, orang tua Gading Marten itu lantas memberikan pesan buat para artis juniornya dan orang-orang yg ketika ini masih selalu mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Selain karena banyak membawa kerugian, hidup dan waktu, jadi hal yg dinilainya memang patut bagi dijaga.
“Buat junior-junior, untuk adik-adik sekali lagi, berhenti make, aku tahu tak gampang dan gampang, tapi tak berkemungkinan pasti bisa. Bisa berhenti untuk sahabat yg sedang ketangkep aku doakan. Percayalah, tak ada yg abadi di dunia ini termasuk kesedihan, kesusahan yg mulai langsung berlalu. Yang utama jaga kesehatan dan keselamatan,” pungkasnya.
(kpl/aal/ntn)
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

