Banyumas Raya

Jakarta – Imuninasi sangat utama untuk anak. Karena itu, orangtua harus benar – benar memperhatikan dan memberikan imunisasi rutin dan lengkap. Hal ini bagi menjamin anak terhindar dari penyakit.
Beragam penyakit yg mampu dicegah dengan imunisasi (P3DI) seperti di antaranya, campak, rubella, polio, dan hepatitis. Sebanyak kurang dari sesuatu persen anak yg imunisasinya belum lengkap.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes menyampaikan ada sebagian kecil anak yg belum mendapatkan imunisasi lengkap, di bawah sesuatu persen.
“Sebaran anak yg belum imunisasi lengkap itu hampir di seluruh daerah di Indonesia ada. Tapi proporsi terbesar ada di Indonesia bagian Timur,” katanya ketika Pekan Imunisasi Dunia, baru – baru ini di gedung Kemenkes, Jakarta.
Imunisasi rutin lengkap tak berhenti sampai anak usia 11 bulan, tapi sampai anak usia sekolah dasar. Sehingga imunisasi rutin lengkap bukan sekadar melanjutkan pemberian imunisasi, tetapi menguatkan bahwa anak usia sekolah dasar mampu diberikan perlindungan optimal.
Imunisasi rutin lengkap diberikan pada bayi berusia kurang dari 24 jam berupa imunisasi Hepatitis B (HB-0), usia 1 bulan diberikan (BCG dan Polio 1), usia 2 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2), usia 3 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3), usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik).
Kemudian pada usia 9 bulan diberikan (Campak atau MR), bayi bawah beberapa tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak/MR), kelas 1 SD/madrasah/sederajat diberikan (DT dan Campak/MR), serta anak kelas 2 dan 5 SD/madrasah/sederajat diberikan.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

