Banyumas Raya

JAKARTA, – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berharap pemerintah mengkaji penerapan pajak barang mewah yg diterapkan pada motor di atas 250 cc. Ini diungkapkan segera Executive Vice President & COO YIMM Dyonisius Beti kepada Presiden Joko Widodo disela acara pencapaian ekspor 1,5 juta unit ekspor sepeda motor Yamaha, Senin (3/12/2018).
“Indonesia sudah berubah dihargai dunia, kalian dipercaya memproduksi motor besar 300 cc dan mesin besar lainnya bagi dikirim ke negara-negara maju di 5 benua. Kami mendapat keterangan pemerintah sedang berwacana meninjau ulang peraturan agar produksi motor Indonesia dengan kapasitas 300 cc tak dikenakan pajak penjualan barang mewah sehingga semakin mendukung daya saing produk made in Indonesia,” ucap Dyon dalam pidatonya, Senin (3/12/2018).
Ditanyakan lebih lanjut mengenai rencana tersebut, Dyon menyebutkan bahwa kebijakan mengenai pajak 250 cc telah ada sejak 20 tahun lalu. Tujuannya saat itu bagi memproteksi di dalam negeri dari barang impor.
“Jadi tak ada yg lebih dari 250 cc, kalau ada kena pajak mewah. Nah sekarang kami telah dapat membuat motor di atas 250 cc. Kami harapkan pemerintah melihat kembali kebijakan ini,” ucap Dyon.
Baca juga: Ekspor Yamaha Tembus Angka 1,5 Juta Unit
Dyon menjelaskan bila motor Xmax yg dibanderol Rp 57,8 juta tersebut terpengaruh peraturan pajak barang mewah yg berlaku. Di Eropa sendiri tak ada pengenaan pajak barang mewah bagi motor 300 cc.
Dyon menegaskan, keinginan peninjauan pajak barang mewah buat motor 300 cc ini bertujuan buat meningkatkan skala ekonomi. Ini kemudian berimbas pada peningkatan ekspor ke luar negeri.
“Kita ingin ekspor kencang, skala ekonomi juga harus ditingkatkan. Kalau 300 cc bebas barang mewah, masyarakat mampu menikmati motor dengan harga tak jauh dari Eropa. Mesin sendiri dari 250 cc ke 300 cc itu bedanya paling 10 persen, pajaknya saja yg tinggi,” ucap Dyon.
Dyon berharap pemerintah meninjau hal ini karena bagi mengembangkan produk dalam negeri yg bersaing di pasar internasional. Jika tak mulai sulit buat bersaing dengan negara tetangga yg memproduksi lebih banyak.
“Kenapa produksi kalian sendiri malah lebih mahal. Jadi motor 300 cc tak cuma dinikmati juga orang luar tetapi juga di Indonesia,” ucap Dyon.
Yamaha ketika ini mengekspor Xmax, MT-03 dan YZF-R3 yg berukuran mesin 300 cc.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

