Banyumas Raya

Shanghai – Volkswagen Group, melalui perusahaan patungan mereka dengan mitra lokal di China, SAIC Volkswagen, membangun pabrik baru di Anting, Shanghai. Fasilitas produksi ini mulai berstandar Industri 4.0 dan kabarnya bersiap memproduksi kendaraan listrik akan 2020.
Model pertama yg mulai diproduksi di pabrik di Anting itu adalah SUV dengan merek Volkswagen, demikian pernyataan resmi Volkswagen yg dikutip Minggu (21/10/2018).
Melalui platform Modular Electric Drive Kit Volkswagen (MEB), –platform unik Volkswagen yg didesain buat produksi massal kendaraan listrik– Volkswagen mengaku mulai dengan gampang menghasilkan kendaraan listrik canggih bagi pelanggannya di China dalam skala tinggi.
“Volkswagen Group, merek dan mitra usaha patungan China kita fokus secara konsisten pada mobilitas berkelanjutan dan mendorong transformasi industri otomotif di China dan di semua dunia. Dengan cara ini, kita menekankan pentingnya pasar China buat Volkswagen Group,” kata Herbert Diess, Kepala Dewan Manajemen Volkswagen Group.
Pabrik baru SAIC Volkswagen itu mulai mengadopsi jaringan produksi berbasiskan Industri 4.0 dan meningkatkan tingkat otomatisasi dan efisensi. Fasilitas ini dilengkapi lebih dari 1.400 robot standar Industri 4.0, serta berbagai teknologi, termasuk Artificial Inttelligence (AI), Augmented Reality (AR), dan Virtual Reality (VR) yg cerdas dan digital.
Fasilitas produksi yg dibangun di atas lahan 610.000 m2 ini memakai 27 macam teknologi ramah lingkungan dengan fokus khusus pada pelestarian air, penghematan energi, dan pengurangan karbon dioksida.
Pabrik baru ini mulai akan berproduksi pada tahun 2020 dengan kapasitas tahunan direncanakan 300.000 unit. Dengan Roadmap E, Volkswagen ambisius buat memproduksi kendaraan listrik.
Pada 2025, sekitar 50 kendaraan listrik murni dari Volkswagen mulai ada di pasar di semua dunia, dengan sesuatu dari empat kendaraan baru mulai memakai tenaga listrik sepenuhnya, kata Volkswagen menjelaskan.
China yaitu pasar utama buat Volkswagen, dan pada Juni dahulu brand yang berasal Jerman ini juga membuka pabrik FAW-Volkswagen kedua di Foshan yg menandai tonggak utama yang lain dari strategi elektrifikasi Volkswagen di negara ini.
Kapasitas produksi kendaraan FAW-Volkswagen di Fhosan meningkat beberapa kali dari 300.000 unit menjadi 600.000 unit setahun.
Pada akhir Mei lalu, produksi model Volkswagen di pabrik FAW-Volkswagen di Qingdao dimulai. Fasilitas manufaktur fleksibel ini memungkinkan buat model dengan mesin pembakaran internal serta sistem penggerak listrik yg mulai dibangun pada jalur produksi yg sama.
FAW-Volkswagen juga mulai memproduksi sistem baterai bagi platform MQB di sana.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

