Banyumas Raya

Jakarta – Golongan anak – anak yaitu kelompok yg paling rentan membutuhkan perhatian khusus saat terjadi bencana alam.
Saat bencana alam terjadi, anak menjadi salah sesuatu korban yg kerap kehilangan orangtua. Ini menjadi satu hal yg sangat memprihatikan. Keadaan tersebut juga sangat mempengaruhi asupan makanan yg dikonsumsi anak.
Bencana alam tak cuma menyebabkan luka secara fisik, tapi juga mencederai emosional si anak. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), korban terdampak bencana berpotensi mengalami kecemasan, depresi, dan trauma. Oleh karena itu, melakukan pertolongan pertama pada aspek psikologis (Psychological First Aid), yaitu usaha yg perlu diperhatikan buat menghadapi dampak buruk bencana alam untuk anak.
Pelopor makanan bersiap santap Kimbo Kitchen merasa perlu adanya tindakan suportif berupa dukungan sosial, emosional, dan praktis yg diberikan terhadap anak yg mengalami peristiwa krisis. Bekerja sama dengan beberapa lembaga sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Pelmas GBI, Kimbo Kitchen memberikan bantuan berupa produk Kimbo Kitchen Bubur Ayam dan Bubur Sapi kepada anak-anak yg menjadi korban bencana gempa bumi di Palu dan Donggala, yg terjadi pada 28 September 2018 lalu.
Bantuan tersebut diberikan segera pada Kamis, (18/10/2018) oleh Marketing Manager PT Madusari Nusapersada Yenny Andayani dan HR Director PT Madusari Nusapersada Casman Gunawan kepada Koordinator Indonesia Humanitarian Center ACT Wahyu Abdi dan Ketua Biro Pelayanan Sosial Pelmas GBI Pdt. Didimus Fingkreuw.
“Ketika ada bencana, pihak yg paling rentan adalah anak-anak. Saya ingat betul perkataan seorang ibu korban bencana banjir bandang Jakarta tahun 2014 silam. Ibu itu bilang bahwa anaknya cuma makan nasi dicampur air dalam dua hari terakhir, sampai dia mendapatkan Kimbo Kitchen Bubur Ayam,” kata Yenny Andayani, Marketing Manager PT Madusari Nusaperdana, produsen Kimbo Kitchen, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Sabtu, (20/10/2018).
Berangkat dari pengalaman itu, beberapa varian produk Kimbo Kitchen pun dipersiapkan sebagai salah sesuatu opsi emergency food, khususnya buat anak-anak. Sesuai namanya, emergency food yaitu produk pangan yg diberikan kepada orang-orang dalam kondisi emergency atau darurat bencana. Masa darurat bencana berkisar antara tiga hari hingga beberapa pekan setelah bencana terjadi. Salah sesuatu karakteristik dari emergency food adalah bentuknya yg praktis, aman dikonsumsi, gampang didistribusikan, awet, dan meal ready to eat atau bersiap santap.
Cara mengkonsumsi Kimbo Kitchen bubur ini pun sangat mudah. Korban bencana dapat segera menyantapnya setelah membuka kemasan terlebih dahulu. Atau seandainya ingin mengonsumsi bubur dalam kondisi hangat, mereka mampu memasukkan kemasan ke dalam mangkuk atau wajan berisi air panas, sebelum menyantapnya.
“Produk aman buat dikonsumsi selagi tak ada kemasan yg rusak atau bolong. Yang juga penting, sendok yg digunakan harus lah bersih,” terangnya.
Yenny menambahkan, dalam proses produksi-nya produk Kimbo Kitchen tak menambahkan bahan pengawet. Hal ini karena Kimbo Kitchen memakai teknologi pangan Retort, merupakan prinsip memasak dalam tekanan dan suhu tinggi. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

