Banyumas Raya

Jakarta – Pada dasarnya, bencana apapun bentuknya adalah sebuah pristiwa traumatis. Ini mulai memberikan efek trauma kepada anak dan juga para remaja. Lantas, bagaimana mengatasinya?
Menurut Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dr. Tjhin Wiguna, SpKJ, ketika ditemui di seminar kesehatan Jiwa di FKUI, Jumat, (12/10/2018), ada sebuah analogi bencana alam yg berdampak dalam kehidupan dan psikologi seorang remaja.
“Misalnya, bencananya sekali, tetapi pengalaman hidup itu terkumpul di otak kita. Itu seperti kami makan setiap hari tetapi kalian tak buang air besar,” ujar Tjhin.
Sebagai orang tua, tentu harus menolong para remaja keluar dari persoalan traumatik tersebut. Istilahnya, menolong bagi mencerna agar remaja dapat mengeluarkan apa yg mereka rasakan. Sehingga, para remaja dapat mengatasi masalahnya,
“Semua trauma ini tergantung dari karakter setiap orang. Kalau dia telah terbantu, dia dapat keluar dari traumatik ini,” tambahnya.
Lantas, apa saja tips bagi mengatasi para remaja saat mengalami trauma pasca terjadi bencana? Berikut adalah rinciannya.
1. Bantu remaja mendapatkan keterangan yg benar tentang peristiwa bencana yg dialaminya buat meningkatkan keyakinan mereka.
2. Diskusikan dengan remaja mengenai peran mereka dalam usaha membangun kembali daerah dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Bantu remaja bagi membagi pengalaman positif dalam mengatasi perasaan mereka dengan kawan-kawan sebayanya.
3. Berikan dukungan bagi terlibat dalam kegiatan yg bertujuan memperbaiki kondisi di dalam masyarakat. Jika memungkinan, remaja mampu diikutsertakan dalam kegiatan masyarakat yg positif, seperti kegiatan masyarakat yg diadakan oleh organisasi lokal, rumah sakit, pendidikan di lokasi pengungsian, dan yang lain sebagainya.
4. Melakukan kegiatan positif seperti ini mulai membuat remaja merasa milik kendali terhadap hidup mereka.
5. Gunakan ruangan kelas sebagai sarana bagi berbagi mengenai perasaan tak enak dan reaksi mereka akibat peristiwa bencana yg dialaminya.
6. Para pendidik bisa memimpin diskusi mengenai hal ini dan membatu remaja menemukan cara-cara yg positif bagi membangun kehidupan mereka di masa mendatang.
7. Usulkan kegiatan-kegiatan yg positif, seperti membentuk kelompok diskusi bagi membahas dampak bencana terhadap kehidupan masyarakat, masa depan dan cita-cita mereka.
8. Para pendidik juga bisa mengkoordinasikan meeting dengan para ahli dalam dua bidang (agama, kesehatan, kebudayaan, dan lain-lain) bagi berdiskusi mengenai hal-hal di atas. Kegiatan ini bertujuan bagi membantu remaja mengatasi perasaan tak berdaya, membangkitkan rasa yakin diri mereka, dan bisa memahami keadaan yg terjadi di sekelilingnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

