Banyumas Raya

JAKARTA, – Entah ini sindiran kepada timnya ketika ini atau sebuah narsisme dari sang legenda hidup Valentino Rossi, The Doctor menyampaikan kalau posisi ketiganya di klasemen sementara MotoGP 2018, sebagai keajaiban di tengah keterpurukan Yamaha.
Sejak awal musim ini, Rossi tak pernah menang dan cuma paling bagus di podium kedua di GP Jerman. Di mana terakhir pada laga di San Marion akhir minggu dulu cuma finis ketujuh.
Meski begitu dirinya masih berada di posisi kunci tiga besar di kejuaraan, walaupun telah berjarak 70 poin dari pemimpin kejuaraan Marc Marquez, dan berselisih tiga poin dengan Andrea Dovizioso di tempat kedua.
“Ya, tapi Anda harus tetap berkonsentrasi dan memberikan yg maksimal karena dalam kejuaraan aku secara ajaib berada di tempat ketiga,” ujar Rossi saat ditanyakan apakah kecewa melihat harapan buat jadi juara dunia 2018 tampak jauh dari realisasi, dari Motosport.com, Selasa (11/9/2018).
“Sungguh-sungguh aku tak mengerti bagaimana aku dapat berada di posisi ketiga kejuaraan ketika ini,” kata Rossi.
Baca juga: Valentino Rossi Berharap Podium di Misano
Valentino Rossi.“Saya pikir, sangat sulit bagi tetap di urutan ketiga, tapi kita memiliki target, kalian harus coba buat tetap, dan kalian tak jauh dari Andrea Dovizioso, kita memiliki lebih banyak poin daripada Jorge Lorenzo, dan Maverick Vinales,” kata Rossi.
Rossi mengaku kecewa, lantaran tak begitu kompetitif di trek Sirkuit Misano. Padahal di masa dulu Misano yaitu tempat yg kuat buat Rossi dan Yamaha.
“Sangat memalukan buat tak bersaing di sini di Misano di depan seluruh orang. Sungguh-sungguh aku berharap menjadi sedikit lebih kuat karena di sesi latihan bebas keempat (FP4) kecepatan aku tak terlalu buruk,” tutur Rossi.
Memang akhir-akhir ini Rossi kerap mengeluhkan soal performa motornya yg belum sesuai dengan keinginannya. Sampai-sampai Manajemen Yamaha meminta maaf secara terbuka terkait persoalan pada YZR-M1 di GP Austria lalu.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

