Banyumas Raya
Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan impor otomotif mampu berkurang hingga 700 juta dolar AS tahun ini dari rata-rata nilai impor kendaraan pada 2017 sebesar 3,3 miliar dolar AS melalui pengendalian impor.
“Impor otomotif kita targetkan berkurang minimal 700 juta dolar AS,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika, di Jakarta, Rabu.
Putu menjelaskan pengurangan impor tersebut terutama berasal dari kebijakan penghentian impor mobil di atas 3.000 cc yg dikerjakan sejak beberapa bulan lalu, atau saat nilai tukar rupiah akan melemah.
Adapun penghentian impor mobil mewah tersebut dikerjakan buat menjaga keseimbangan neraca perdagangan Indonesia.
“Untuk menjaga balance trade kita. Jadi impor mobil mewah buat sementara dihentikan terlebih dahulu. Itu kan bukan kebutuhan pokok. Jadi, kalau mau butuh mobil, silahkan gunakan yg diproduksi dalam negeri,” ungkap Putu.
Sementara itu, buat kendaraan di bawah 3.000 cc ke bawah, Kemenperin mulai melakukan pengendalian impor.
Artinya, perizinan impor yg diajukan mulai diteliti dan ditinjau lebih dalam oleh pihak Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto.
Terdapat dua pertimbangan buat tetap bisa mengimpor kendaraan, misalnya perusahaan atau pabrikan itu melakukan peningkatan ekspor atau ekspansi usaha.
“Mobil di bawah 3.000cc itu mulai dikendalikan. Jadi nanti dicek mobil apa saja yg memungkinkan bagi dikendalikan,” ujar Putu.
Baca juga: Pemerintah finalisasi kebijakan pembatasan impor produk
Baca juga: Besok pagi, keluar aturan batasi impor 900 barang konsumsi
Baca juga: Realisasi ekspor Toyota lampaui 1 juta unit
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © 2018
Sumber: http://www.antaranews.com
BanyumasRaya.com

