Banyumas Raya

Yogyakarta – Pentingnya menjaga mata agar tak kering harusnya dapat disadari banyak orang. Terlebih, ketika ini semakin banyak waktu yg dimiliki bagi dihabiskan terpapar layar tevisi (TV) dan gadget.
Fakta mengungkapkan, masyarakat Indonesia memiliki paparan tertinggi terhadap layar TV dan gadget 9 jam per hari, jumlah waktu ini bertambah hingga 2 jam dengan adanya FIFA World Cup. Insto berkesempatan menggelar acara buka mata nonton bola, melihat sekitar 3 ribu masyarakat Yogyakarta menyaksikan malam final FIFA World Cup.
Animo masyarakat Indonesia terhadap momen besar FIFA World Cup mampu kelihatan dari tingginya jumlah penonton siaran TV yg menayangkan pertandingan tersebut. Sebagai contoh, laporan Nielsen memaparkan bahwa pada laga Argentina vs Belgia di turnamen FIFA World Cup sebelumnya berhasil merebut 39 persen penonton TV yg aktif di jam tayang tersebut.
Jumlah yg cukup tinggi mengingat jadwal pertandingan disiarkan pukul 02.00 dini hari . Padahal menonton TV dalam waktu yg cukup lama mampu menyebabkan gejala kekeringan pada mata.
Dalam program Buka Mata Nonton Bola ini, Insto mengedukasi para pecinta bola bahwa aktifitas menonton TV mampu menyebabkan gejala mata kering, buat itu Insto hadir dengan salah sesuatu produk unggulannya merupakan Insto Dry Eyes yg bisa mengatasi gejala kekeringan pada mata.
Terpapar gadget dan televisi tidak cuma menyebabkan rasa kantuk di esok hari namun juga bisa membuat mata kering karena terpapar lebih lama dari biasanya.
Kurangnya jam tidur malam juga mampu mengakibatkan kekeringan pada mata karena air mata tak cukup buat melumasi mata.
“Kami ingin mendorong kesadaran masyarakat buat menjalani gaya hidup lebih sehat melalui upaya preventif. Kami secara aktif mengedukasi masyarakat mulai pentingnya menjaga kesehatan mata,” kata Weitarsa Hendarto, Vice President Consumer Healthcare & Wellness and International Operations Combiphar, seperti yg dikutip dari siaran pers, Yogyakarta, Selasa, (17/07/2018).
Masih menurut Weitarsa, pihaknya sangat memahami bahwa penggunaan televisi dan gadget di era digital seperti sekarang sulit dihindari karena masyarakat memakai smartphone, laptop, dan televisi tidak cuma bagi bekerja atau belajar, tetapi juga ketika bersantai.
Sebuah penelitian yg dibuat oleh Millward Brown mengungkap fakta, masyarakat Indonesia memiliki paparan tertinggi terhadap layar TV & gadget setiap harinya (9 jam per hari), dan pada momen Piala Dunia, jumlah waktu ini bertambah hingga 2 jam, sehingga mampu meningkatkan potensi gejala mata kering dan mampu mengganggu kenyamanan penglihatan dalam jangka panjang.
Dr. Damara Andalia Sp.M menjelaskan, “Salah sesuatu akibat dari menatap layar TV dan gadget terlalu lama adalah gejala mata kering yg terindikasi dari jumlah kedipan mata (visual attention rate) berkurang hingga setengahnya. Ditambah lagi, layar TV & gadget memancarkan sinar bergelombang tinggi atau dikenal sebagai blue light yg bisa mengurangi kualitas penglihatan mata secara jangka panjang”. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

